Virus Corona di Indonesia

Perawat RSPI Sulianti Saroso Asal Bekasi Meninggal Positif Corona: Suami dan Anak Masuk Pemantauan

Hasil pemeriksaan medis Balitbangkes, perawat tersebut dinyatakan meninggal karena penyakit Covid-19

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi virus corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Seorang perawat asal Kabupaten Bekasi yang bekerja di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso, Jakarta dipastikan meninggal dunia akibat positif corona.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis Balitbangkes, perawat tersebut dinyatakan meninggal karena penyakit Covid-19.

"Iya jadi kita sudah telusuri memang benar almarhum meninggal karena positif Covid-19," kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Selasa, (17/3/2020).

Kabar meninggalnya perawat ini mencuat usai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempublikasi data warga di wilayahnya yang positif dan meninggal dunia akibat Covid-19, pada Senin, (16/3/2020) kemarin.

Berdasarkan data itu, tercatat sebanyak 10 pasien asal Jawa Barat, positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit wilayah setempat maupun di Jakarta.

Dua diantaranya telah meninggal dunia yakni, pasien Berinisial D, pegawai Telkom yang sempat dirawat di RSDH Cianjur dan satu orang perawat RSPI Sulianti Saroso Jakarta.

"Untuk yang perawat dia awalnya suspek dirawat di tempat kerjanya di di RS Sulianti Saroso," ungkap Alamsyah.

Adapun jenazah perawat itu sudah dikebumikan di Bekasi, keluarga yang ditinggalkan juga saat ini sudah dinyatakan orang dalam pemantauan (ODP) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

"Sama keluarganya suami dengan anak-anaknya ada tiga orang," jelasnya.

RESMI BKN Tunda Pelaksanaan Tes SKB CPNS 2019 dan Ini Jadwal Pengumuman Hasil Tes SKD

Ini Bacaan Lengkap Niat, Doa Salat Tahajud & Salat Witir Disertai Artinya

Kondisi keluarga perawat positif Covid-19 itu sejauh ini masih terbilang baik, Alamsyah memastikan, pihak Dinas Kesehatan setiap hari melakukan pengecekan ke rumahnya.

"Ya jadi statusnya karena kontak dengan yang positif statusnya jadi ODP selama 14 hari ke depan dipantau dan di isolasi secara mandiri di rumahnya," ujan Alamsyah.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved