Virus Corona di Indonesia

Beberkan Suasana Rumah Sakit saat Berobat, Pasien Suspect Covid-19: Saya Dibilang Boleh Pulang

Pasien suspect covid-19 Fachri Mucthar alias FA membeberkan suasana rumah sakit saat ia berobat.

YouTube Talk Show tvOne
Pasien suspect covid-19 Fachri Mucthar alias FA membeberkan suasana rumah sakit saat ia berobat. 

Namun setelah test swap (test virus corona) dirinya diizinkan untuk pulang dan melakukan isolasi mandiri.

Polisi Sita 20 Butir Psikotropika saat Tangkap Vanessa Angel dan Suami, Doddy Sudrajat Akui Ini

"Setelah test swap kami izinkan untuk pulang untuk isolasi di rumah," kata FA.

FA menyanyangkan keputusan rumah sakit tersebut.

Ia menilai sarana dan prasana di rumah setiap pasien suspect virus corona pasti tak selengkap di rumah sakit.

SIMAK VIDEONYA:

Dapat Hadiah Jutaan Rupiah dari Via Vallen saat Ultah, Betrand Peto Senyum Semringah: Wow!

 

Khawatir Positif Corona, Wanita Ini Beberkan Sikap RS saat Ingin Skrining: Berbayar Rp 1 Juta Loh 

Seorang wanita yang tak disebutkan namanya mengaku khawatir dirinya terinfeksi virus corona.

Hal tersebut disampaikan wanita yang tinggal di daerah Depok, Jawa Barat itu saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam, pada Selasa (3/3/2020).

Ia membeberkan ke khawatirannya itu terjadi karena dirinya sempat berada di rumah sakit yang sama dengan dua pasien positif corona.

TONTON JUGA

"Saya antisipasi aja karena ada cerita sebelumnnya," ucap wanita tersebut melalui sambungan telepon, dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV.

"Jadi saya lihat berita ada warga yang terkena corona itu, lalu saya lihat kronologisnya juga,"

"Lalu di tanggal yang sama di waktu yang sama, saya periksa dengan mereka, di rumah sakit yang sama," imbuhnya.

Walau tak saling mengenal ataupun bertemu langsung dengan pasien positif virus corona, ia mengaku sepulang dari rumah sakit tersebut dirinya merasa tak enak badan.

"Saya tidak kenal, saya tidak bertemu, saya juga enggak tahu jam berapa, tapi saat itu saya seharian di rumah sakit, di poli yang sama," katanya.

"Pas pulang ke rumah itu saya ada gejala flu, demam, bersin-bersin," imbuhnya.

Ketika Warga Lain Salat Subuh di Masjid, Kakek Ini Malah Cabuli Anak Tetangga hingga Trauma

TONTON JUGA

Ia akhirnya memutuskan untuk melakukan skrining di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Namun dirinya ditolak lantaran quota skrining virus corona di rumah sakit tersebut sudah penuh.

"Saya periksa ke rumah sakit ya hari ini," ucapnya.

"Saya datang sekitar jam 2.00 siang, tapi ditolak,"

"Katanya sudah ditutup karena dibatasi hanya untuk 25 orang," imbuhnya.

Jahe Diborong Karena Dipercaya Tangkal Virus Corona, Guru Besar Universitas Airlangga: Saya Prihatin

Wanita itu mengatakan meski tak mengobrol atau berdekatan dengan dua pasien terinveksi virus corona, dirinya mengaku tetap merasa khawatir.

"Namanya virus kan dari udara enggak hanya dari cairan yang menempel," katanya.

"Jadi enggak ada salahnya saya memastikan," imbuhnya.

Wanita tersebut menjelaskan sudah hampir seminggu dirinya merasa demam.

Ditolak di sebuah rumah sakit di Jakarta, wanita itu mengaku kini sedang mencoba skrining di RSPI Sulianti Saroso.

Temui 2 Pasien Positif Virus Corona, Jubir Penanganan Covid-19 Bocorkan Kondisinya: Sedang Main HP

"Saya meriang tiap malam, kalau pagi anget biasa," ucapnya.

"Sudah hampir seminggu," imbuhnya.

Di akhir wawancara, wanita itu mengatakan untuk melakukan skrining di rumah sakit di Jakarta itu harus mengeluarkan uang Rp 1 juta.

"Dan itu berbayar Mas Aiman, berbayar Rp 1 juta loh," ujarnya.

"Makanya saya juga kaget kok enggak diinfokan di tv," pungkasnya.

Dikutip dari infeksiemerging, di DKI Jakarta setidaknya ada tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSPI Dr Sulianti Saroso, RSU Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto.

SIMAK VIDEONYA:

2 Pasien Baru Tahu Positif Corona dari Pengumuman Jokowi, Istana Jelaskan Ini: Situasinya Tak Biasa

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved