Pedagang Nasi Bebek Tusuk Teman

Pedagang Nasi Bebek Tusuk Temannya saat Tidur, Korban Pura-pura Tewas Hingga Terkuak Motif Pelaku

Niat jahat untuk mencuri ponsel dan dompet korban muncul, dia juga secara sadar menyiapkan pisau belati untuk melancarkan aksinya

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Tersangka Qodri saat di Mapolsek Bekasi Timur, Rabu, (18/3/2020). 

Dari situ, tersangka dinasihati oleh temannya agar segera menyerahkan diri. Hal itu rupanya urung dilakukan, tersangka justru hendak melarikan diri ke tempat lain.

"Teman tersangka yang diceritakan ini lalu menuju TKP di sana kasus ini terungkap dan tersangka dapat diamankan dalam perjalanan melarikan diri," paparnya.

Tersangka yang sudah diamankan lalu diperiksa, polisi juga melakukan olah TKP dan mendapati sejumlah barang bukti berupa pisau belati, seprai warna kuning bernoda darah, serta satu unit ponsel dan dompet berisi uang Rp 195.500.

"Korban saat ini masih dalam perawatan, dia berhasil selamat meski ada 11 luka akibat sabetan dan tusukan pisau," ucapnya.

Akibat perbuatannya, korban kini mendekam di tahanan Mapolsek Bekasi Timur. Dia dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekeraaan ancaman pidana kurungan tujuh tahun penjara.

Korban pura-pura meninggal

Pedagang nasi bebek bernama Muhamad Al-Qodri Arifin (23), nekat mencuri ponsel dan dompet milik temanya bernama Piliyanti saat tidur kamar kontrakan, di Jalan H. Jayun, Kelurahan Pangasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Kapolsek Bekasi Timur Komisaris Polisi Sutoyo, mengatakan, korban mengalami luka parah saat berusaha melindungi barang berharga miliknya yang hendak dirampas tersangka.

"Korban mendapat kekerasan dari tersangka berupa penusukan menggunakan pisau yang sudah disiapkan tersangka," kata Sutoyo.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka tusuk pada bagian wajah, leher, ketiak, lengan, dagu, dahi sebelah kanan bahu sebelah kanan, dada sebelah serta telapak tangan.

Beruntung, korban masih dapat selamat dan hingga kini masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Meski begitu, Sutoyo mengungkapkan, korban sempat berpura-pura meninggal saat tersangka terus menlancerkan serangan.

"Jadi korban pura-pura meninggal, setelah tersangka pergi dia bangun dan minta tolong ke tetangga sekitar kontrakan," jelas dia.

Sutoyo menambahkan, jika korban saat itu terus melakukan perlawanan, bisa jadi tersangka terus menyerang dan melukainya hingga benar-benar tewas.

"Pura-pura meninggal karena sudah luka parah, karena pelaku dengan membabi buta membacok korban," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved