Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Usai Menyebar Video Hoaks Corona di PGC, AS Menangis dan Minta Maaf

Pekerja satu toko baju di PGC itu menyesal sudah merekam video dan menambah narasi bahwa seorang pegawai PGC terjangkit virus Covid-19

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo saat menunujukkan barang bukti handphone milik AS yang dipakai merekam video di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Tersangka penyebar video hoaks pegawai Pusat Grosir Cililitan (PGC) terjangkit virus Covid-19, AS (21) terancam hukuman 10 tahun penjara.

Pekerja satu toko baju di PGC itu menyesal sudah merekam video dan menambah narasi bahwa seorang pegawai PGC terjangkit virus Covid-19.

Saat dihadirkan di hadapan awak media dalam jumpa pers di Mapolrestro Jakarta Timur AS meminta maaf sembari menangisi perbuatannya.

"Saya menyesal, saya minta maaf sama masyarakat dan keluarga besar PGC. Karena perbuatan saya sudah meresahkan masyarakat," isak AS di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

Dia mengaku tak sadar kesimpulan asal bahwa pegawai yang mengalami sesak nafas saat dibawa ambulans membuat panik warga.

Sembari menahan tangis dalam keadaan tertunduk, berulang kali AS meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Saya menyesal atas perbuatan saya, saya menyesal. Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya," ujarnya.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengimbau warga tak asal percaya saat menerima informasi terkait Covid-19.

Warga yang ingin mendapat informasi pasti terkait virus Covid-19 dapat langsung datang ke posko atau fasilitas medis terdekat.

Riza Patria Sebut Ada Tiga Kemungkinan Terkait Pemilihan Wagub DKI

Pedagang Nasi Bebek Nekat Curi Ponsel dan Dompet Teman, Aksinya Berujung Penusukan

"Karena apabila berita tersebut tidak benar maka tentunya akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Jadi pastikan kebenaran informasinya," tutur Arie.

Sebagai informasi, AS terbukti merekam saat seorang pegawai PGC dijemput ambulans Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Sabtu (14/3/2020) sore.

Saat merekam video, AS berucap 'Ya Allah, ya Allah, PGC kena satu. Humm, tutup aja lah PGC-nya. Itu dekat pasti, itu kan karyawan swasta atas ya'.

Rekaman video dengan narasi hoaks terjangkit virus Covid-19 itu dikirim AS ke satu temannya lalu diunggah ke media sosial hingga viral.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved