Virus Corona di Indonesia

Tak Diterima Warga, Pasien Suspect Corona Terpaksa Nginap di Hotel, Suaminya Ungkap Sikap RS

Pria berinisial SH, menceritakan perjuangannya mendampingi sang istri sebut saja A memeriksa Covid-19 di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah Umum.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Padahal, SH menyebut kondisi A saat itu belum memungkinkan untuk pulang.

Suhu tubuh A masih 37 derajat Celcius, tensi darah belum stabil, serta batuk dan sakit tenggorokan.

"Mereka (pihak RS) bilang nanti hasilnya dikabari by phone. Tapi kalau ada perubahan kondisi istri saya, harap langsung dibawa ke RS rujukan atau telepon hotline," ujar dia.

Selain itu, ia mengaku dilarang untuk mengunjungi rumah sakit tersebut jika hasil tes swab menunjukkan A terinfeksi Corona.

Beberkan Situasi Rumah Sakit saat Berobat, Pasien Suspect Covid-19: Isinya Orang Batuk Semua

"Mereka bilang jangan ke rumah sakit mereka lagi, alasannya karena bukan rujukan. Tapi mereka isolasi sampai tiga hari loh, bahkan yang kasih makan di ruangan itu pakai baju (seperti) robot. Kalau nggak ada kemungkinan suspect, nggak mungkin diisolasi kan," kata SH.

Setelah diisolasi selama tiga hari, istri SH dipulangkan meskipun kondisinya masih buruk.

Namun, SH dan istrinya tidak kembali ke rumah, melainkan menyewa kamar hotel.

"Nggak berani pulang. Kami mau nggak mau jadi di hotel dekat rumah sakit. Karena apa? Nggak diterima orang kampung karena hasil tes belum ada," ujarnya.

Sakit hingga Masuk ICU Usai Perangi Corona, Kondisi Dokter 80 Tahun Diungkap Keluarga: Terima Kasih

Hasil tes swab A akhirnya diumumkan pihak RSUD tersebut.

A dinyatakan negatif terjangkit virus Corona (Covid-19).

"Hasilnya sudah keluar tadi jam 08.10, negatif. Saya diberitahu lewat Whatsapp, belum ada hasil tertulisnya," kata SH saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (19/3/2020).

Meskipun dinyatakan negatif, A diminta pihak rumah sakit tempatnya menjalani tes untuk melakukan karantina secara mandiri.

Beberkan Suasana Rumah Sakit saat Berobat, Pasien Suspect Covid-19: Saya Dibilang Boleh Pulang

Namun, SH menyayangkan minimnya edukasi dari rumah sakit soal karantina mandiri tersebut.

"Kita nggak diberitahu karantina mandiri yang baik itu seperti apa, tidak ada edukasi," ujar dia.

Hingga saat ini, A masih mengisolasi diri di salah satu hotel di Jakarta Selatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved