Virus Corona di Indonesia

Fraksi PKS DPR RI Minta Rapid Test Corona untuk Seluruh Anggota dan Keluarganya Dibatalkan

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta rencana tersebut dibatalkan. Atau setidaknya diprioritaskan hanya untuk anggota yang terindikasi sakit.

Freepik
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI rencananya akan melakukan rapid test corona kepada seluruh Anggota DPR dan keluarganya tanggam 26 sampai 27 Maret 2020 di Rumah Jabatan Anggota DPR.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen DPR Indra Iskandar di Jakarta, Senin (23/3/2020) dan merupkan kesimpulan Rapat Pengganti Bamus pekan yang lalu.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta rencana tersebut dibatalkan.

Atau setidaknya diprioritaskan hanya untuk anggota yang terindikasi sakit dalam pemeriksaan awal.

"Kami menerima informasi tersebut dan Fraksi PKS menyatakan sikap meminta Sekjen DPR membatalkan atau setidaknya diprioritaskan hanya untuk yang punya gejala sakit. Tidak elok di tengah kondisi saat ini dimana tenaga medis dan rakyat lebih membutuhkan ada pengadaan rapid test khusus anggota DPR dan keluarganya," kata Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini meminta tidak ada perbedaan perlakuan antara anggota DPR dan kelurganya dengan masyarakat pada umumnya. Protokol kesehatan tentu diberlakukan di Komplek DPR baik di kantor maupun rumah dinas.

Tapi untuk tes corona cukup diprioritaskan kepada anggota yang memang terindikasi sakit.

Anggota dan keluarga yang mengalami gejala sakit tentu harus istirahat dan mengkarantina diri di rumah atau berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit.

"Intinya Fraksi PKS DPR tidak setuju jika diadakan tes corona kepada seluruh anggota DPR dan keluarganya. Di tengah kondisi seperti sekarang setiap anggota DPR harus mengutamakan rakyat, harus hadir bersama rakyat, dan memprioritaskan kebutuhan tenaga medis dan mereka yang terpapar langsung dalam menangani virus corona. Jika ada indikasi atau gejala sakit anggota DPR dan keluarganya bisa berkonsultasi pada dokter dan merujuk rumah sakit secara mandiri sebagaimana msyarakat umumnya," kata Jazuli.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved