Pelajar Tawuran di Jakarta Utara

Sebelum Tawuran, Pelajar di Tanjung Priok Simpan Celurit di Kolong Tol

Senjata tajam berjenis celurit yang dibawa kelompok tersangka, HF (14), dan korban MH (14), disimpan di kolong tol

Tayang:
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
ILUSTRASI/Sejumlah pelajar kembali terlibat tawuran di Jalan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sekelompok pelajar SMP yang terlibat tawuran hingga menewaskan satu orang di Tanjung Priok pada Rabu (18/3/2020) lalu telah mempersiapkan senjata tajam mereka sebelum beraksi.

Senjata tajam berjenis celurit yang dibawa kelompok tersangka, HF (14), dan korban MH (14), disimpan di kolong tol tempat tawuran terjadi.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Budi Cahyono mengatakan kolong tol itu berada di wilayah Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Konferensi pers di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/3/2020).
Konferensi pers di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/3/2020). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

"Korban mengambil satu celurit yang sudah disimpan di dalam kolong tol itu, sudah dipersiapkan. Begitupun kelompok pelakunya mengambil celurit yang dipersiapkan di kolong tol itu," ucap Budi di kantornya, Senin (23/3/2020).

Bermodalkan celurit, kelompok HF dan kelompok MH saling serang.

Di tengah-tengah tawuran, MH terlebih dahulu mengayunkan celuritnya hingga mengenai telunjuk HF.

Karena tak terima, HF lalu menganyunkan celuritnya juga dan menembus pinggang MH.

"Pelakunya membalas melakukan bacokan. Sabetan celurit mengenai pinggang sebelah kiri tembus," ucap Budi.

Budi mengatakan, kolong tol tempat tersebut memang sering dijadikan tempat tawuran oleh warga setempat.

Namun, tawuran antar kelompok HF dan MH di kolong tol itu baru pertama kali terjadi.

Selain dipicu saling ejek di media sosial, tawuran tersebut juga dilandasi motif mencari hiburan di tengah penerapan social distancing oleh pemerintah untuk pencegahan virus corona (COVID-19).

Para pelajar tersebut semestinya belajar di rumah. Namun, tanpa adanya pengawasan orang tua, mereka malah keluar rumah dan bertindak kriminal.

Terjadi saat social distancing diserukan

Tawuran maut antar dua kelompok remaja terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, saat pemerintah menerapkan social distancing terkait pencegahan virus corona (COVID-19).

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved