Imbas Corona Stok Darah Menipis

PMI Jakut Beberkan Dampak Terburuk Menipisnya Stok Darah Imbas Pandemi Corona

Penurunan drastis stok darah di PMI Jakarta Utara terus terjadi di tengah pandemi corona atau COVID-19.

istimewa
Ilustrasi: Kegiatan Donor Darah di Polres Metro Bekasi kota 

Salah satu langkah utama yang akan dilakukan yakni jemput bola ke permukiman warga untuk mencari pendonor darah.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Jakarta Utara dr. Ulfa Suryani mengatakan, langkah tersebut sudah direncakan sejak pekan ini.

"Kita menjemput bola dengan cara, kita datang menggelar donor darah tapi dihadiri RW dan RT lima orang, lima orang dengan jarak distancing satu meter-satu meter," kata Ulfa saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).

Menurut Ulfa, pencarian donor darah ke permukiman warga ini mulai bisa dilakukan pada Senin (30/3/2020) pekan depan.

PMI Jakarta Utara sudah berkoordinasi dengan pihak RT-RW yang ada di Jakarta Utara terkait rencana ini.

Nantinya, kegiatan donor darah akan dilakukan menyesuaikan protokol pencegahan virus corona (COVID-19).

"Sebelum melakukan donor darah akan dilakukan penyemprotan disinfektan dulu di tempat kita melakukan donor darah, kita juga melengkapi petugas dengan alat pelindung diri," jelas Ulfa.

Adapun menipisnya stok darah ini terjadi karena permintaan yang tinggi dan tidak diimbangi oleh jumlah pendonor.

Menurut Ulfa, hal tersebut terjadi imbas merebaknya virus corona (COVID-19).

"Stok darah menipis karena adanya larangan keluar rumah, larangan bergerombol, ditakutkan adanya transmisi COVID-19 yang cepat," kata Ulfa.

Per tanggal 24 Maret 2020, stok darah PMI Jakarta Utara tersisa 69 kantong darah. Jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan per hari yang mencapai 633 kantong darah.

"Kebutuhan darah per hari 633 kantong, dengan total kebutuhan 19.000 kantong darah per bulan," ucap Ulfa.

Ia pun mengimbau agar masyarakat yang sehat tidak perlu takut untuk datang ke PMI Jakarta Utara untuk mendonorkan darah mereka.

"Kita tidak bisa menunggu COVID-19 ini selesai. Untuk itu kita mengimbau bagi yang sehat untuk dapat meluangkan waktunya donor darah, karena COVID-19 tidak menular lewat transfusi darah," imbau dia.

Ulfa memastikan bahwa di kantor PMI Jakarta Utara pastinya ditetapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) pelayanan donor darah menyesuaikan dengan pencegahan corona.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved