Imbas Corona Stok Darah Menipis

Stok Darah A Kosong, PMI Jakarta Barat Terima Pendonor saat Pandemi Corona dan Ini Prosedurnya

Di tengah pendemi virus corona atau Covid-19, PMI Jakarta Barat tetap membuka layanan bagi masyarakat yang ingin berdonor darah.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Y Gustaman
Bangka Pos/Resha Juhari
Kantong darah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Di tengah pendemi virus corona atau Covid-19, PMI Jakarta Barat tetap membuka layanan bagi masyarakat yang ingin berdonor darah.

Penanggung Jawab Laboratorium Pelayanan Darah di UTD PMI Jakarta Barat, Heni Dian Anggraini, mengatakan ada SOP khusus untuk menghindari penyebaran Covid-19 saat berdonor darah.

Pertama, calon pendonor darah diwajibkan untuk mengecek suhu tubuhnya.

Apabila suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, maka calon pendonor akan diminta mengisi formulir self assesment dan formulir donor darah.

"Tetapi apabila suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius maka koordinator donor darah akan menolak pendonor," kata Heni saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).

Heni menuturkan, setelah calon pendonor mengisi formulir dan menyerahkan ke petugas, mereka dianjurkan untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

"Selama antre dan mengisi formulir, akan diberikan jarak minimal satu meter untuk meminimalisir penularan Covid-19," ucap Heni.

Tahapan selanjutnya, ujar Heni, sebelum donor darah, dokter akan memeriksa kembali formulir yang diisi calon pendonor.

"Dokter juga akan menanyakan riwayat kesejatan, riwayat berpegian dan faktor resiko lain terkait infeksi Covid-19," kata Heni.

"Jika baru bepergian keuar negeri atau negara yang terjangkit Covid-19, atau kontak dengan pasien Covid-19 dan merasa kurang sehat sebaiknya menunda donor," tambah dia.

Heni menjelaskan, setelah semua prosedur dilewati, saat proses donor darah, pendonor juga diberikan masker.

Setelah selesai, petugas akan langsung menyemprotkan disinfektan ke kursi donor dan peralatan yang digunakan.

Stok Berkurang Drastis

Heni mengakui sejak pendemi Covid-19 atau corona semakin meluas pada pertengahan Maret 2020, jumlah pendonor berkurang drastis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved