Virus Corona di Indonesia

Shopee Tindak 3000 Toko Online Anggotanya yang Aji Mumpung Naiklan Harga Saat Pandemi Corona

Perusahaan e-commerce Shopee Indonesia menindak tegas toko nakal yang aji mumpung memainkan harga di tengah pandemi corona.

Shopee Tindak 3000 Toko Online Anggotanya yang Aji Mumpung Naiklan Harga Saat Pandemi Corona
TRIBUNJAKARTA.COM/ ANISA KURNIASIH
Prilly Latuconsina di peluncuran Shopee Selebriti Squad di veranda Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (18/4/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Perusahaan e-commerce Shopee Indonesia menindak tegas toko nakal yang aji mumpung memainkan harga di tengah pandemi corona.

Sebanyak 3000 toko, telah mendapat sanksi berupa penutupan lantaran menjual berbagai produk dengan harga yang tinggi di atas pasaran.

Hal ini diungkapkan oleh Public Relations Lead of Shopee Indonesia Aditya Maulana dalam konferensi pers Bijak Financial dengan Belanja Dari Rumah bersama Shopee hari ini.

"Tantangannya bukan cuma memastikan produk itu layak dipakai pengguna tapi juga harga yang ditetapkan tidak melewati batas daya beli masyarakat. Hingga saat ini, Shopee telah menutup lebih dari 3000 toko nakal yang melambungkan harga jauh diatas harga pasar," kata Aditya, Kamis (26/3/2020).

Sebagai perusahaan e-commerce di Indonesia, Shopee mengaku tengah berupaya mendukung program pemerintah dalam mengatasi covid-19 dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Petugas Panik Lihat Driver Ojol Tergeletak di Motor: Disangka Kena Corona, Ternyata Tertidur Pulas

Wabah Virus Corona, Pemerintah Berencana Memberi Dana Intensif Kepada Karyawan Sektor Formal

Debut Berdarah di Persija Jakarta, Otavio Dutra Buat Nazar Khusus Untuk The Jakmania

Melalui kampanye #BelanjaDariRumah, Aditya menyebutkan bahwa pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan barang-barang masyarakat dalam situasi saat ini. Khususnga dalam hal kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

Ia pun menyebutkan bahwa kontrol rutin selalu dilakukan terhadap mitranya guna memastikan kesediaan barang serta harga yang sesuai.

"Penting bagi kami untuk selalu memantau situasi terkini, termasuk situasi di dalam aplikasi kami terkait ketersediaan serta harga. Jika terdapat akun yang menjual barang kebutuhan pokok dan kesehatan dengan harga tinggi, tim internal Shopee kami mengambil langkah tegas dan akan segera menindaklanjutinya," tuturnya.

Produk Kesehatan dan Kebutuhan Pokok Paling Banyak Dicari

Lebih lanjut, Aditya menjabarkan bahwa produk kesehatan serta kebutuhan pokok merupakan barang yang paling banyak dicari masyarakat pada beberapa bulan terakhir ini.

Sejak periode akhir tahun 2019, ia menuturkan bahwa kunjungan masyarakat yang berbelanja dengan menggunakan aplikasi Shoppe masih terus meningkat hingga saat ini.

Pembagian 10 ribu masker secara gratis kepada pengendara yang melintas di Neglasari, Kota Tangerang dan kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (26/3/2020).
Pembagian 10 ribu masker secara gratis kepada pengendara yang melintas di Neglasari, Kota Tangerang dan kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (26/3/2020). (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Adapun beberapa produk yang banyak di cari masyarakat Indonesia semenjak dilanda wabah virus corona adalah masker, hand sanitizer, sabun, serta kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng dan gula.

"Selama periode ini, kami melihat adanya peningkatan terhadap kebutuhan sanitasi. Seperti masker, hand sanitizer dan barang-barang esensial kebutuhan sehari-hari. Kategori tersebut mengalami peningkatan permintaan yang lebih besar selama periode ini, dengan jumlah peningkatan pencarian terhadap kedua kategori tersebut dari para pengguna kami," kata dia.

"Sabun, minyak goreng, beras, gula, juga lumayan tinggi kata kuncinya yang dicari masyarakat," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved