Wali Kota Surati Commuter Line Kurangi Armada Kereta ke Bekasi
Pengurangan ini menurut Rahmat, efektif menekan laju perjalanan warga yang sampai saat ini kerap melakukan aktivitas di tengah pandemi virus corona
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Upaya pencegahan virus corona (Covid-19) terus dilakukan pemerintah kota (Pemkot). Terbaru,Wali Kota Bekasi telah menyurati PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mengurangi jumlah armada.
Hal ini disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin, (30/3/2020).
Dia mengatakan, jumlah mobilisasi warga atau pekerja dari Bekasi menuju Jakarta sejauh ini masih cukup tinggi.
"Kita udah minta Dishub (Dinas Perhubungan) bikin surat ke KCI untuk pengurangan commuter ke Bekasi," kata Rahmat.
Pengurangan ini menurut Rahmat, efektif menekan laju perjalanan warga yang sampai saat ini kerap melakukan aktivitas di tengah pandemi virus corona.
"Kalau kemaren setengah, sekarang kalau bisa satu per empat, ini kan kita minta bukan kita yang memutuskan," jelas dia.
Hal yang sama juga dia lalukan pada organda, dia menginginkan operasional bus antar kota antar provinsi di Terminal Induk Bekasi dapat dikurangi agar menakan penyebaran Covid-19.
"Sama terminal juga menyanpaikan kepada organda untuk mengatur sedemikian rupa," tegasnya.
Pria yang akrab disapa Pepen ini menjelaskan, penyebaran virus corona di wilayahnya memang bisa dikatakan cukup cepat terjadi.
• Tiga RW di Lubang Buaya Lakukan Lockdown Lokal
Sebagai kota yang bebatasan langsung dengan DKI Jakarta selaku episentrum penyebaran Covid-19, dia mengaku cukup khawatir dengan aktivitas mobilisasi pekerja yang setiap hari pergi dari Bekasi ke Ibukota.
Beberapa waktu lalu, Pepen mengaku sempat melakukan inspeksi mendakak (sidak) di Terminal Induk Bekasi serta di Stasiun Bekasi.
Mobilisasi warga kata dia masih cukup tinggi yang beraktivitas kerja ke Jakarta di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Ibukota dan di Kota Bekasi sendiri.
Dia menilai, saat ini masih ada puluhan ribu warganya yang masih bolak-balik Bekasi Jakarta dan dikhawatirkan membawa penyebaran virus dari Ibukota ke Kota Bekasi.
"Kalau di Jakarta sama Gubernur sudah dihimbau ya kantor-kantornya tutup berarti orang Bekasi (pekerja) kan enggak ke Jakarta hanya pada saat saya sidak ke terminal dan stasiun frekuensinya masih tinggi masih 70.000an yang ke Jakarta," jelas dia.
"Kalau 70.000 itu, 20 persennya bawa dapat (virus) dari Jakarta dibawa ke Bekasi interkasi lagi ke Bekasi wah kan celaka kita," ujarnya beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wali-kota-bekasi-rahmat-effendi-kenakan-kaos-kuninh.jpg)