Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi Diprediksi Merosot Gara-gara Corona

Triwulan pertama 2020 saja Bekasi menghitung hanya dapat menyerap sekitar 10-20 persen

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa (31/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Imbas pandemi corona (Covid-19) dipastikan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi.

Hal ini disampaikan Wali Kota Rahmat Effendi saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (31/3/2020). 

"Iyalah (PAD menurun) kita sudah gak bisa narik restoran, hotel kosong," kata Rahmat. 

Rahmat menjelaskan, pada triwulan pertama 2020 saja pihaknya menghitung hanya dapat menyerap sekitar 10-20 persen dari Target PAD yang ada di Kota Bekasi.

"Mungkin sekarang ini cuma dapat 10-20 persen dari total triwulan yang diambil, triwulan pertama kan Januari, Februari, Maret," jelasnya.

"Triwulan pertama ini harusnya kita bisa menyerap 30 persen dari total PAD selama setahun tapi kenyataannya enggak sampai segitu," tambah dia.

Sampai saat ini, pihaknya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi tengah melakukan penyesuaiaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). 

Update Bhayangkara FC: Pemain dan Staf Negatif Virus Corona, Kasus Saddil Ramdani

Penyesuaian ini tentu mengedepankan kepentingan dana untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang tengah merebak di tanah air khususnya di Kota Bekasi

"Kita sedang pikirkann, seminggu dua minggu ini kita lihat gimana perkembangannya," ujar pria yang akrab disapa Pepen.

Masuk Zona Merah Corona Jadi Alasan Pemprov DKI Ingin Hentikan Operasional Bus AKAP

Aksi Heroik Pria Selamatkan Anaknya Dari Kecelakaan Maut di Karawaci

Jokowi Terapkan Kebijakan Listrik Gratis Selama 3 Bulan untuk Warga Kurang Mampu

Adapun contoh penyesuaian APBD yang mungkin akan dilakukan yakni, menggalokasikan dana kegaiatan proyek tahun-jamak (multi-yeras) agar dapat digunakan untuk penanganan Covid-19.

"Semua yang namanya kegiatan DAK (Dana Alokasi Khsus) yang dari pusat menteri keuangan bilang setop, lah kita juga berpikir multi-years sama nanti, gaji aja dipotong masa proyek jalan," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved