Petaka Bakar Sate Kurban, Jeritan Pria di Ciputat Tersambar Api Usai Tuangkan BBM ke Panggangan
Niat pria berinisial DF membakar sate kurban berujung petaka di kontrakan Ciputat Timur. Ia terluka bakar usai tuangkan BBM ke panggangan.
TRIBUNJAKARTA.COM - Niat pria berinisial DF membakar sate kurban berujung petaka di kontrakan di Jalan Gelatik Atas RT 08/09, Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.
DF terluka bakar setelah menuangkan BBM jenis Pertalite ke panggangan. Sebelumnya, DF kesulitan memanggang sate karena api sukar menyala.
Sehingga, korban mencari cara agar bara cepat membesar. DF pun mengalami luka bakar serius setelah tubuhnya tersambar api saat menyalakan alat panggangan sate.
Peristiwa itu terjadi ketika korban tengah bersiap mengolah daging kurban menggunakan alat panggangan berbahan arang di lantai dua kontrakan milik Hj. Uripah, Rabu (27/8/2026) pukul 19.30 WIB.
Kapolsek Ciputat Timur, Bambang Askar Sodiq menjelaskan korban berusaha menyalakan bara api seperti biasa.
“Korban membeli bensin jenis Pertalite sekitar satu liter yang dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk membantu menyalakan api panggangan,” ujar Bambang dalam keteranga tertulis, Jumat (29/8/2026)
Setelah kembali ke kontrakan, lanjut Bambang, korban kemudian menuangkan bensin ke alat panggangan sambil mengipasi bara api yang masih kecil.
Situasi berubah dalam hitungan detik ketika api tiba-tiba menyambar cairan bensin.
“Api langsung menyambar ke tubuh korban saat bensin dituangkan ke bara api,” kata Bambang.
Jeritan Minta Tolong
Kobaran api yang membesar membuat korban panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Suasana kontrakan mendadak heboh setelah teriakan korban terdengar oleh penghuni lainnya.
Warga yang berada di sekitar lokasi bergegas memberikan bantuan untuk memadamkan api yang membakar tubuh korban.
Beberapa warga juga berusaha menenangkan korban yang mengalami kepanikan akibat luka bakar yang dideritanya.
“Warga langsung membantu memadamkan api sebelum korban dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Korban kemudian dilarikan ke RS Helsa untuk mendapatkan penanganan medis awal. Namun karena luka bakar yang dialami cukup serius, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman.