Virus Corona di Indonesia
14 Hari Diisolasi Karena Positif Covid-19, Curhat Bima Arya Berselfie Gunakan Timer
Walikota Bogor, Bima Arya mengungkap kondisi dirinya usai 14 hari dirawat di RSUD Bogor karena positif Covid-19.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM - Walikota Bogor, Bima Arya mengungkap kondisi dirinya usai 14 hari dirawat di RSUD Bogor karena positif Covid-19.
Bima Arya dinyatakan positif virus corona setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan sepulang kunjungan kerja dari Turki.
Kini sudah 14 hari Walikota Bogor tersebut menjalani perawatan.
Ia tampak mengungah foto dirinya tengah duduk di hadapan sebuah laptop dengan latar belakang ruangan di rumah sakit.
• Upaya Cegah Virus Corona, Raffi Ahmad Pasang Alat Ini di Depan Rumah: Bukan Buat Gaya-gayaan
Bahkan Bima Arya mengaku, ia memotret foto tersebut dengan sendirinya menggunakan timer.
Dikatakannya, saat itu kondisi ruang tempatnya diisolasi tengah sepi tak ada perawat atau tim medis lainnya.
• Beredar Foto Diapit Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Karawang, Begini Kondisi Wali Kota Airin
Ia menyempatkan diri untuk mengabadikan momen tersebut dan membaginya di Instagram pribadinya @bimaaryasugiarto.
"Hari ini tepat 14 hari di RSUD Kota Bogor. Hanya karena kuasa Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa," tulisnya dikutip TribunJakarta, Kamis (2/4/2020).
Bima Arya mengaku kondisinya sudah semakin membaik setiap harinya, ia juga tengah menunggu hasil pemeriksaan swab.
• Angga Heran Lihat Irfan Hakim Pakaikan Ini ke Monyetnya Usai Mandi, Dewi Perssik: Kaya Manusia Ya
"Kondisi semakin membaik. Gejala klinis sudah sangat berkurang. Alhamdulillah. Saat ini masih menunggu hasil dari test Swab," sambungnya.
Kepada pasien yang meninggal karena covid-19, Bima Arya mengaku turut berbelasungkawa.
"Semoga diberikan tempat paling mulia di sisi Allah SWT,"
"Apresiasi setinggi-tingginya bagi semua tenaga medis yang saat ini sedang ikhtiar menyelamatkan banyak manusia. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWt," katanya.

Selama menjalani perawatan, Bima Arya mengaku banyak memanfaatkan waktunya untuk berbagai hal.
Seperti membaca, menulis, bahkan mengevaluasi diri sendiri.
"Jujur, melewati semua ini merupakan bagian dari ujian kehidupan yang tidak mudah bagi saya, tapi saya yakin semua pasti ada hikmahnya. Allah sedang mengingatkan kita semua. Ini bukan hanya ujian kesehatan, tapi juga ujian bagi keimanan dan kebersamaan kita,"
"Sambil memompa semangat untuk melahap semua makanan, sayur, buah dan vitamin. Juga mengatur pikiran agar bisa istirahat dan tidur nyenyak,"
"Foto ini diambil dengan timer, ketika sendiri di kamar. Karena kalau tenaga medis masuk, saya harus menggunakan masker,"
"Terus sehat, semangat dan optimis untuk semua!
Salam," tulis Bima Arya.
Bagian tubuh ini menjadi pintu masuk virus corona
Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo membeberkan bagian tubuh yang rentan menjadi pintu masuk bagi virus corona ke dalam tubuh.
• UPDATE Corona di DKI, 885 Pasien Positif Covid-19 Hingga Bantuan Rp 1 Juta Buat Warga Kurang Mampu
Hal itu disampaikan Doni dalam tayangan YouTube tvOneNews yang diunggah (26/3/2020).
Mulanya Doni menekankan kepada masyarakat untuk disiplin dalam melakukan social distancing atau physical distancing.
Ia mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan.
"Bapak presiden selaku kepala negara telah menegaskan social distancing, yang diterimakan juga menjadi physical distancing, jaga jarak, jagan berdekatan, hindari kerumunan," ujar Doni.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk semaksimal mungkin tetap berada di rumah.
"Dan juga semaksimal mungkin harus tetap berada di rumah," katanya.
• Fakta Baru Oknum Pegawai RS Curi 360 Boks Masker, Dijual ke Bogor hingga Uang Dipakai Beli Motor
Doni menyampaikan perlu adanya kesadaran pada masyarakat dalam menerapkan social distancing dalam lingkungannya.
"Tetapi itu saja tidak cukup, harus ada sebuah kesadaran kolektif, untuk meningkatkan disiplin. Baik disiplin pribadi maupun lingkungan," kata Doni.
Tak hanya disiplin dalam melakukan social distancing di lingkungan, Doni juga mengatakan kita juga harus disiplin terhadap menjaga kebersihan diri.
Ia mengibau masyarakat agar tidak sering-sering menyentuh wajah.
Terutama bagian hidung, mata, dan mulut.
"Antara lain, jangan menyentuh wajah terutama bagian hidung, mulut dan mata," ujarnya.
Pasalnya, Doni mengatakan, 90 persen penularan virus Covid-19 masuk melalui 3 bagian pada wajah tersebut.
Hal tersebut dikarenakan, tangan kita yang tanpa disadari telah menyentuh benda-benda yang ternyata terdapat virus tersebut, kemudian menyentuh bagian wajah tanpa memebersihkan tangan terlebih dahulu.
• CATAT! Ini Puluhan Warteg yang Gratiskan Makan Selama Masa Tanggap Darurat Corona
"Kenapa dilarang keras menyentuh tiga bagian yang sangat sensitif itu?"
"Karena dari sejumlah peneliti mengatakan, 90% masyarakat yang terpapar diakibatkan karena tangannya yang sudah menyentuh benda-benda di beberapa tempat yang tidak disadari, sudah ada virus tersebut," bebernya.
Doni pun mengatakan, mata, hidung, dan mulut menjadi bagian tubuh paling rentan sebagai pintu masuknya virus corona.
"Lantas virus itu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut," ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan hidup bersih, dan memastikan tangan dalam kondisi bersih.
"Oleh karenanya, setiap saat harus memastikan tangan selalu dalam keadaan bersih," ujarnya.
Doni menegaskan, agar masyarakat tidak menganggap enteng virus corona yang tengah mewabah ini.
"Jangan anggap enteng lagi virus corona ini," ujarnya.
• Ingin Social Distancing Meski Rumah Sempit? Dokter Sarankan 3 Langkah Ini
Sebab, kata Doni, virus corona merupakan satu di antara virus paling berbahaya di dunia.
"Bahwa virus ini adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia," jata Doni.
Resiko paparan virus corona pun akan semakin meningkat, apabila menjangkit lansia atau orang yang telah memiliki penyakit penyerta.
"Terutama kepada masyarakat yang usia lanjut, dan juga mereka yang punya penyakit penyerta atau penyakit bawaan," ujarnya.
SIMAK VIDEONYA: