Antisipasi Virus Corona di DKI

Akan Ada Pembatasan Akses Masuk dan Keluar di RW 10 Lubang Buaya, Begini Tanggapan Warga

Akan ada pembatasan akses masuk keluar se-RW 10, warga Rukun Warga (RW) 10 Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur berikan tanggapannya.

Dok Foto Kelurahan Lubang Buaya
Suasana lockdown lokal di salah satu RW di Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Akan ada pembatasan akses masuk keluar se-RW 10, warga Rukun Warga (RW) 10 Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur berikan tanggapannya.

Sebelumnya, pada Rabu (1/4/2020) edaran perihal lockdown lokal dan pembatasan akses di jalan lingkungan sudah diketahui sejumlah warga.

Dalam edaran tersebut disebutkan bagi warga RT 1 sampai 3, akses masuk dan keluar berada di Gang Annur.

Sementara sisanya berada di Jalan Kramat III.

Sejumlah spanduk pemberitahuan dan imbauan pun sudah terlihat dipasang di beberapa titik.

Driver Ojol di Kota Bekasi Melawan Virus Corona: Terpaksa Tetap Keluar Rumah Demi Anak Istri

Menanggapai hal tersebut, Imelda, warga RW 10 mendukung penuh keputusan tersebut.

Namun di sisi lain ia memikirkan nasib pedagang yang biasanya sering melintas di jalan tersebut.

"Itu keputusan yang bagus dan menurut saya bijaksana. Tapi kasian juga sama pedagang. Berarti kan mereka bisa enggak bisa masuk," katanya kepada TribunJakarta.com, Kamis (2/4/2020).

Isolasi Diri Karena Virus Corona, Striker Persija Jakarta Marko Simic Ingat Kejadian yang Dialaminya

Fitri, warga lainnya pun memberikan komentarnya. Ia yang sampai saat ini masih bekerja mengaku akan mengalami kesulitan ketika akses masuk dan keluarnya hanya dibuka disatu jalan saja.

Namun, ia berpikir ulang bahwa hal ini dilakukan untuk kebaikan bersama.

"Agak ribet sebenarnya kalo diterapkan seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, kondisinya juga sedang wabah seperti ini. Supaya warga juga bisa tetap di rumah aja kan ya langkah seperti ini tentunya harus diambil," katanya.

"Sebab sejauh ini masih ada yang memaksakan keluar dan entah itu orang dari mana kemudian lewat di kawasan sini. Makanya kalau jadi satu jalur berarti kan ke depannya ada pengamanan yang lebih ketat juga," ungkapnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved