Anak Gadisnya Diperkosa 7 Pemuda di Sekolah, Curhat Pilu Ayah Korban: Terbongkar Karena Kakaknya
"Saya enggak terima anak saya diperlakukan seperti ini, Saya minta supaya pelaku dihukum seberat-beratna," kata N (45).
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM, DELISERDANG - "Saya enggak terima anak saya diperlakukan seperti ini, Saya minta supaya pelaku dihukum seberat-beratna," kata N (45) usai membuat laporan di Polresta Deliserdang, Selasa (31/3/2020).
Para pria tersebut merupakan kakak kelas SMK anaknya berinisial D (16).
Kejadian nahas itu menimpa D sejak Desember 2019 sampai Januari 2020.
Ketujuh kakak kelas D nekat memperkosa dirinya dan mengancam agar korban tak membongkar aksi tak senonohnya tersebut.
Mulanya, orangtua D tak mengetahui anaknya menjadi korban pemerkosaan para pemuda nekat itu.
Namun kasus ini terbongkar kala kakak korban mengecek ponsel D.
• Benarkah Serai & Jambu Biji Efektif Cegah Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
"Dia enggak pernah cerita sama kami, terbongkar itu karena kakaknya bongkar HP dia," kata ayah korban, MI.
MI mengungkap, kakak korban memergoki adanya pesan-pesan ancaman yang dilayangkan para pelaku di ponsel korban.
"Anakku ini enggak berani ngomong karena diancam kalau cerita akan disebarkan video-video dia," sambungnya.
MI sempat bercerita soal anaknya yang tak mau pergi ke sekolah.
• Baim Wong Kebingungan Sampai Lakukan Ini saat Kiano Menangis, Paula Verhoeven Beberkan Alasannya
Namun saat itu, MI hanya berpikir anaknya tak betah di sekolah sampai memutuskan pindah sekolah.
"Kami heran kenapa dia enggak mau sekolah lagi. Kami pikir karena sekolah itu tidak enak makannya mau pindah,"
"Tidak tahu kami dia diperlakukan seperti ini oleh kakak kelasnya," cerita ayah korban.
Ayah korban mengaku pernah mengantarkan langsung anaknya sampai ke depan gerbang sekolah sekitar sebulan yang lalu karena sang anak tak mau masuk.
• Kesal Baim Wong Bohong Soal Mini Cooper Morris Raffi Ahmad, Paula Verhoeven: Aneh Aku Tuh
Marah
MI mengaku marah kala mengetahui sang anak menjadi korban pemerkosaan 7 pria kakak kelas D.
Bahkan jika tak ada hukum, MI menyebut sangat ingin melampiaskan kemarahannya kepada para pelaku.
"Saya ya kalau enggak ada hukum, sudah saya gantung itu kemaluan pelaku di leher saya,"

"HP-nya sudah hancur saya buat, namanya juga orangtua. Abangnya geram sama pelaku, cumakan ada hukum, biar hukum nanti yang menyelesaikannya," ucap MI.
MI menyebut bahwa D sempat menghilang selama 4 hari. Ia sempat melayangkan laporan ke kantor polisi.
"Sempat kami buat laporan kehilangan di Polsek Tanjung Morawa. Karena empat hari juga dia enggak ada di rumah. Kami cariin barulah dia pulang," ujar MI.
Pria yang bekerja sebagai pengawas proyek pembuatan taman ini menyebut, saat keluar dari rumah itu D itu tinggal di tempat temannya.
Namun kala pulang ke heran, MI heran mengapa sikap anaknya berubah jauh.
Selama ini anaknya itu punya cita-cita tinggi ingin menjadi seorang mekanik mesin.
"Dia memang perempuan tapi sekolahnya jurusan otomotif. Katanya memang dia yang perempuan di kelas. Cita-cita dia mau jadi mekanik ya cemana, itu mau dia ya kita turutin lah. Kita suruh masuk jurusan akuntansi kayak kakaknya dia enggak mau. Memang hobinya di situ ya cemana," kata MI.
• Modus Penjualan Masker Murah di Instagram: untuk Ganti Rugi Tiket Konser dan Kebutuhan Sehari-hari
Informasi yang dikumpulkan D sendiri merupakan siswi kelas X.
Sementara tujuh kakak kelasnya yang menjadi pelaku pemerkosaan duduk di bangku kelas XII.
Pengakuan korban
Korban yang masih berusia 16 tahun ini kini mengalami trauma berat.
Saat diwawancarai di Polresta Deliserdang, D menceritakan krologi kejadian pahit tersebut.
Pertama kali D menjadi korban pemerkosaan pada bulan Desember 2019.
Lokasi pemerkosaan terjadi di area ruang praktik sekolah yang berada di kawasan Batang Kuis.
"Saya sempat disuruh satpam untuk ambil gelas kotor di ruang praktik. Tapi rupanya orang itu (pelaku) sudah ada di situ. Ada empat orang mereka," kata D kepada Tri bun-Medan.com, Selasa (31/3/2020).
• Ketika Dipo Latief Protes Fitri Salhuteru di DM, Nikita Mirzani Geram: Mendingan Kerja yang Benar!
Korban mengaku saat itu ditarik oleh pelaku.
Keempat kakak kelasnya itu pun langsung menidurkannya ke meja.
Ia sempat berteriak minta tolong, sayangnya saat itu tidak ada yang membantu.
"Sudah teriak juga minta tolong cuma enggak ada yang dengar. Yang lain (siswa) sudah pulang, memang lagi sepi,” turut D lirih.
“(Saya) sudah mau pulang sebenarnya cuma disuruh satpam ambilkan gelas di ruang praktik," imbuhnya.
Ruang praktik di sekolahnya itu disebut cukup besar dan terbagi dalam empat ruangan.
• Masker Jadi Barang Langka, Apakah Masker Kain Buatan Sendiri Efektif untuk Cegah Virus?
Di salah satu ruangan itu, D tidak bisa berbuat banyak.
Ia tidak bisa melawan kekuatan tenaga empat orang yang tengah dirasuki nafsu setan tersebut.
Usaha melawan sempat dilakukannya, namun sia-sia.
"Sempat kutunjang juga mereka, tapi enggak bisa juga. Terus dadaku pun diduduki mereka. Ada yang pegang tanganku juga. Mukaku ditutupi jaket sama mereka," kata D.

Ia menyebut, setelah kejadian itu para pelaku sempat mengancamnya.
Jika kasus itu diceritakan ke orang lain, maka para pelaku akan menyebar video-video dirinya.
Karena ancaman itulah, D tak berani buka suara.
Tak dinyana, keempat pelaku makin beringas.
Pelaku mengajak tiga orang lagi teman sekolahnya untuk menggagahi D.
Ketujuh kakak kelas D itu pun kemudian memperkosa korban di sebuah rumah kosong pada Januari 2020.
Kasus pemerkosaan ini tengah ditangani Polresta Deliserdang.
Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor 155/III/2020/RESTA DS sudah dipegang oleh keluarga korban.
(TribunJakarta/TribunMedan)