Virus Corona di Indonesia

Curahan Hati Pengemudi Ojol yang Kesulitan Bayar Cicilan Ditengah Wabah Covid-19

Seorang ojek daring, Robi, mengaku berat bila harus membayar cicilan di tengah situasi sulit seperti saat ini

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Pengemudi ojek daring, Iwan Setiadi di kawasan Gunung, Kebayoran Baru pada Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Baru-baru ini Presiden RI Joko Widodo sempat mengumumkan keringanan cicilan kendaraan kepada para ojek dalam jaringan (daring) di tengah wabah pandemi Covid-19.

Namun, sejumlah pengemudi ojek daring yang ditemui TribunJakarta tidak sepakat dengan kebijakan itu lantaran pendapatan mereka lebih sedikit ketimbang pengeluaran kebutuhan hidup akibat dampak pandemi virus tersebut.

Seorang ojek daring, Robi, mengaku berat bila harus membayar cicilan di tengah situasi sulit seperti saat ini.

Kebijakan keringanan cicilan bukan solusi untuk membantu kebutuhan hidupnya.

Sebab, dalam situasi seperti ini, jumlah pesanan hanya bisa diitung jari.

"Kalau kayak gitu bukan solusi. Saya dari siang aja baru dapat tiga orderan (pesanan)," katanya kepada TribunJakarta.com pada Kamis (2/4/2020).

Ditambah, banyak restoran yang sudah mulai tutup imbas dampak virus yang mematikan itu.

Robi tak sendiri, beberapa rekan ojek daring senasib dengannya. Mereka belum mendapatkan orderan sejak siang tadi.

Tambah Tempat Tidur, RSUP Persahabatan Siap Tampung 100 Pasien Covid-19

Bagikan Video Latihan, Kiper Persija Ingin Beri Inspirasi kepada Masyarakat

Ia lebih memilih penangguhan cicilan selama satu tahun sampai keadaan di jalan kembali ramai.

Ditemui di kawasan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Iwan Setiadi, juga tak setuju dengan kebijakan baru itu.

Keadaaan sepi yang terjadi belakangan ini membuat pendapatan Iwan merosot.

Pria asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu mengaku pendapatannya pas-pasan hanya untuk makan.

"Paling besar sekarang Rp 50 ribu. Sekarang buat makan keluarga di rumah aja susah,"

Sebelum wabah Corona menerjang Ibu Kota, pendapatan kotor Iwan per hari sekitar Rp 200 ribu. Uang sebesar Rp 50 ribu ia pakai untuk biaya bensin dan makan selama di jalan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved