Antipasi Virus Corona di Tangerang

Wali Kota Tangerang Belum Berencana Terapkan Lockdown

Pemerintahan Kota Tangerang belum merencanakan melakukan lockdown wilayah untuk memerangi pandemi virus corona

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, saat melakukan sidak dan sosialisasi physical distancing di kawasan Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintahan Kota Tangerang belum merencanakan melakukan lockdown wilayah untuk memerangi pandemi virus corona atau Covid-19.

"Belum," kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat melakukan sidak keramaian massa di kawasan Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (3/4/2020) malam.

Namun, pihaknya masih mengikuti arahan dari pemerintahan pusat soal Covid-19 dalam skala nasional.

Untuk sementara, kata Arief, pihaknya masih menggalakkan penerapan physical distancing dan menghindari kerumunan massa untuk memutus rantai penularan Covid-19.

"Kita ikuti arahan Pemerintah Pusat, sementara sekarang salah satu yang harus kita lakukan adalah physical distance. Kita imbau kalau keluar juga harus pakai masker," ucap Arief.

Di waktu yang sama, Pemerintah Kota Tangerang bersama sejumlah unsur Forkopimda menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tangerang.

RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Rawat 254 Pasien Positif Terinfeksi Virus Corona

208 WNA Asal China Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Ditolak Oleh Negaranya

"Kita lakukan monitoring dan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa sebisa mungkin beraktivitas di rumah," ucap Arief.

Monitoring ini, lanjut Arief, dilakukan secara bersama-sama dan dibagi dalam tiga wilayah, diantaranya wilayah timur meliputi Kecamatan Ciledug, Karangtengah, Larangan dan Pinang.

Lalu wilayah barat meliputi Kecamatan Tangerang, Cibodas, Karawaci, Jatiuwung dan Periuk.

Sementara wilayah tengah dilakukan di wilayah kecamatan Batuceper, Benda, Neglasari dan Cipondoh.

"Total personel sebanyak 97 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemkot. Ada juga dari teman-teman Pramuka, KNPI, serta organisasi lain," tutur Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved