Perampokan Toko Emas Pasar Kemiri

Warga Dengar Dua Tembakan Saat Berusaha Kejar Perampok Toko Emas di Kembangan

Rahmat menceritakan, mendengar suara letupan senjata, warga pun berhenti mengejar lantaran panik.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Toko emas di Pasar Kemiri Kembangan, Jakarta Barat yang dirampok siang tadi telah ditutup garis polisi, Senin (6/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM,  KEMBANGAN - Perampok toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat sempat menembak ke arah udara saat berusaha melarikan diri.

Hal tersebut disampaikan oleh warga sekitar yang sempat berusaha mengejar keempat perampok toko emas tersebut yang kabur ke arah Jalan Basmol Raya arah Kembangan.

"Pas kita pada mau ngejar di ujung sana kedengeran suara tembakan dua kali, saya emang enggak lihat dia nembak, cuma dengar suara tembakan aja," kata Rahmat (35) salah seorang warga ditemui di sekitar lokasi perampokan, Senin (6/4/2020).

Rahmat menceritakan, mendengar suara letupan senjata, warga pun berhenti mengejar lantaran panik.

"Ya namanya dia bawa senjata api, kita pada takut lah," ujarnya.

Dikatakan Rahmat, saat kejadian perampokan pada siang tadi sekira Pukul 13.15 WIB kondisi di pasar memang sepi lantaran pandemi corona.

Alhasil, pelaku beraksi dan mengincar Toko Emas Kasio Pelita yang berada di pertigaan jalan Basmol Raya.

"Tadi siang emang sepi. Kalau enggak pas lagi corona mah rame terus disini. Kan di seberang toko itu ada pangkalan ojek," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, perampok toko emas di Pasar Kemiri Kembangan, Jakarta Barat terjadi pada Senin (6/4/2020) siang sekira Pukul 13.15 WIB.

Pelaku yang berjumlah empat orang itu menggasak sebanyak 0,5 kilogram emas dan 10 kilogram perak yang berada di etalase toko.

"Kerugian sekitar Rp 400 juta berasal dari 10 kilogram perak dan 0,5 kilogram emas," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2020).

Jakarta Diguyur Hujan, Permukiman Kebon Pala Kampung Melayu Banjir 40 Sentimeter

Arsya mengatakan, dalam menjalankan aksinya, pelaku yang saling berbagi tugas melengkapi diri dengan senjata api.

Namun, senjata api tersebut tak sampai ditembakan. Pelaku hanya mempergunakannya untuk menggertak karyawan toko emas.

"Tidak ada tembakan, tidak ada korban luka atau meninggal dunia. Pelaku hanya gertak dengan menodongkan senpi revolver berwarna silver," kata Arsya.

Saat ini, polisi tengah memburu keempat pelaku yang ciri-cirinya sudah dikantongi.

Diantaranya, keempat pelaku itu datang ke lokasi dengan menggunakan dua sepeda motor yakni motor bebek hitam dan skutik putih.

"Sementara diduga pelaku ada empat orang. Dua tunggu di luar, dua yang beraksi di dalam toko," kata Arsya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved