Virus Corona di Indonesia

Ada 162 Ribu Pekerja di Jakarta Terdampak Wabah Corona

Sebanyak 162.416 pekerja terdampak mewabahnya virus corona (Covid-19) di Jakarta.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 162.416 pekerja terdampak mewabahnya virus corona (Covid-19) di Jakarta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans dan Energi) Andri Yansyah mengatakan, ratusan ribu pekerja itu berasal dari 18.045 perusahaan di ibu kota.

"Ada 162.416 pekerja/buruh dari 18.045 perusahaan yang terdampak Covid-19 hingga 4 April lalu," ucapnya, Selasa (7/4/2020).

Ratusan ribu pekerja itu dibagi menjadi dua kategori, yaitu pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan yang dirumahkan tanpa diupah (unpaid leave).

"Rinciannya, 30.137 pekerja/buruh di PHK dan 132.279 lainnya dirumahkan tanpa dibayar," ujarnya saat dikonfirmasi.

Adapun pendataan para pekerja yang terdampak Covid-19 ini telah dilakukan oleh Disnakertrans DKI pada Jumat (3/4/2020) hingga Sabtu (4/4/2020) lalu.

Prajurit Kopassus Lakukan Donor Darah Bantu Kecukupan Stok PMI

Cegah Penyebaran Corona, Warga Meruya Utara Sediakan Bilik Disinfektan di Akses Masuk Pemukiman

Pendataan dilakukan demi menyukseskan program Kartu Pra Pekerja yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartano mengungkapkan nantinya peserta program Kartu Pra Kerja akan mendapatkan insentif dan bantuan pelatihan totalnya Rp 3.550.000.

Jika dirinci, insentif "gaji" yang diterima peserta Pra Kerja tersebut meliputi biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, lalu insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Dana tersebut akan ditransfer dalam beberapa tahap selama 3-4 bulan yang masuk ke dompet digital atau e-wallet peserta program tersebut jika telah diterima segera setelah selesai proses daftar Kartu Pra Kerja online.

Peserta program lalu bisa mengikuti pelatihan yang yang bisa dilakukan secara online. Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta program nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga yang diikutinya.

Pembayaran hingga pemilihan tempat pelatihan peserta Kartu Pra Kerja dilakukan dengan menggandeng sejumlah marketplace dan situs-situs yang menyelenggarakan pelatihan digital.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved