Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Pemkot Bekasi Bergantung Pada Dana Alokasi Pemerintah Pusat Untuk Hadapi Wabah Corona

Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro megatakan, ditengah pandemi virus corona ( Covid-19), kondisi keuangan darah mulai mengalami guncangan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro megatakan, ditengah pandemi virus corona ( Covid-19), kondisi keuangan darah mulai mengalami guncangan akibat menurunnya pendapatan asli daerah (PAD).

"Yang masuknya biasanya Rp 8 miliar per hari (PAD) hari ini itu enggak sampe Rp1 miliar per hari berapa pekan lalu masih Rp2 miliar per hari tapi sekarang udah enggak sampe Rp1 miliar, paling Rp700 juta itu per hari itu PAD yang masuk," kata Chairoman, Kamis, (9/4/2020).

Dia menjelaskan, dari sekitar Rp6 Triliun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, hampir kurang lebih setengahnya berasal dari PAD berbagai sektor seperti reklame, parkir, pajak restoran, hotel dan sebagainya.

"Jadi kalau misal tadi Rp6 Triliun (APBD), itu Rp3 Triliunnya berasal dari PAD kita selebihnya adalah DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) yang berasal dari Pemerintah Pusat," jelasnya.

Dia berharap, suntikan dana dari Pemerintah Pusat ke Kota Bekasi ditengah pandemi seperti ini tidak akan berpengaruh banyak.

Spoiler Manga One Piece Chapter 977: Kaido Mencari Anaknya di Depan Big Mom yang Kenakan Kimono

PSBB di Jakarta Mulai Berlaku Besok, Kota Bekasi Tunggu Langkah Gubernur Jabar

Sebab, transfer dana ke daerah dari Pemerintah Pusat saat ini sangat dibutuhkan dan bisa dikatakan, Kota Bekasi bergantung pada alokasi dana tersebut.

Ketika tekanan terhadap PAD kuat kita berharap tidak terjadi pengurangan pada DAU dan DAKnya nah ini terkait pada kemampuan pusat," ungkapnya.

"Pada akhirnya sementara kita ketahui hal sama juga terjadi pada pusat itu turunnya objek pendapatan khusunya pariwisata menyebabkan tekanan yang pada akhirnya otomatis pusat harus cari pinjaman," ujar dia.

"Tapi kita berharap transfer ke daerah tetap berjalan tidak menggangu kalau misalnya PAD turun tidak di-backup sama tranfer daerah itu akan sangat berat," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, ditengah pandemi virus corona ( Covid-19), kondisi keungan Pemerintah Kota Bekasi turut mengalami krisis. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, kas daerah yang saat ini tersisa hanya tinggal Rp25 miliar.

Rahmat menjelaskan, pihaknya selama penanganan pandemi corona mengandalkan dana tidak terduga (BTT) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp101 miliar, dana itu sudah dipakai untuk berbagai keperluan percepatan penanganan wabah Covid-19.

"Kita enggak banyak ko kebutuhan (anggaran penanganan Covid-19), emang duitnya enggak ada, Rp101 miliar sudah ready (siap) duitnya setelah itu tinggal Rp25 miliar," kata Rahmat.

Dia bersama DPRD Kota Bekasi sejauh ini terus melakukan kordinasi membahas rencana relokasi anggaran di APBD 2020. Disamping itu, dana bantuan juga akan menjadi prioritas utama dalam menopang kegiatan penanganan Covid-19.

"Saya enggak bisa sebutkan satu-satu, saya sudah sampaikan ke pak Ketua DPRD terkait relokasi anggaran," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved