Cerita Ahok WFH Saat Pandemi Covid-19: Singgung Saat di Mako Brimob dan Pelajaran dari Corona

Selain itu, Ahok mengatakan, selama bekerja dari rumah atau work from home, ia menjadi lebih punya banyak waktu bersama keluarga.

Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok saat meninggalkan RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat usai menemani sang istri melahirkan, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbincang banyak hal dengan artis peran Luna Maya secara virtual.

Perbincangan tersebut seputar bagaimana Ahok mengisi kegiatan di rumah selama masa social distancing.

Dalam vlog berjudul "Ahok: Bosen WFH? #Dirumahaja Lebih Enak Daripada Mako Brimob" yang tayang di channel YouTube Luna Maya, Selasa (14/4/2020). Ahok mengaku berdiam diri di rumah tetap lebih nyaman ketimbang harus berdiam diri di dalam tahanan.

Apalagi, Ahok sebelumnya pernah merasakan dinginnya jeruji besi ketika harus mendekam di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Kita enggak pernah berfikir ditahan lagi di rumah. Ya bersyukur juga lah. Orang pada tanya dikurung di rumah gimana? Saya bilang kayaknya ini lebih enak daripada di Mako Brimob sih," ucap Ahok berseloroh.

"Jadi kita pernah mengalami yang susah," ujar Ahok menambahkan.

Selain itu, Ahok mengatakan, selama bekerja dari rumah atau work from home, ia menjadi lebih punya banyak waktu bersama keluarga.

Menurut Ahok, waktu bersama keluarga adalah hal yang sebelumnya jarang ia dapati karena kesibukkan dalam pekerjaan.

"Jadi, ya istilahnya orang, ya dulu kita enggak sempat lihat anak karena kita sibuk kerja. Tiba-tiba juga work from home. Jadi, saya juga bisa lihat anak itu dari hari kehari saya lihat. Tangannya belajar narik, bisa narik," ucap Ahok.

Diketahui, Ahok sempat menjalani penahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok setelah Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara.

Ahok dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan penodaan agama, pada sidang tanggal 9 Mei 2017. Hingga akhirnya, Ahok bebas pada Januari 2019.

Buat kita sadar

Ahok turut mengungkapkan pendapatnya seputar kondisi pandemi global virus corona.

Dari tayangan tersebut, menurut Ahok, kondisi saat ini telah membuat banyak orang menjadi sadar walaupun tak menguntungkan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved