Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Nekat Masuk ke Pulau Seribu saat PSBB, Pengemudi Jetski Diusir

Pengemudi jetski itu lalu diimbau dan langsung berputar arah menjauhi Pulau Ayer.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
(Iustrasi) Jetski di Danau Sunter 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU - Seorang warga yang hendak memasuki wilayah Pulau Ayer, Kabupaten Kepulauan Seribu, saat penerapan PSBB DKI Jakarta diusir petugas pada Minggu (12/4/2020) lalu.

Belum sampai di tepi pantai, seorang warga yang mengemudikan jetski ini disuruh berputar arah meninggalkan Pulau Ayer oleh aparat pemerintah dan kepolisian Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Kemarin sempat ada pengunjung di pulau pada hari Minggu. Dari darat dia ke Pulau Ayer dengan menggunakan jetski," kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (14/4/2020).

Pengemudi jetski itu tak mengetahui bahwa keberadaannya sudah dipantau petugas.

Ketika dihampiri petugas, pengemudi jetski itu lalu diimbau dan langsung berputar arah menjauhi Pulau Ayer.

"Justru yang dari darat yang kita khawatirkan, yang ingin melakukan kegiatan di pulau. Tapi mereka mengerti enggak boleh. Ketika datang langsung kabur kembali ke darat dia," kata Junaedi.

Adapun selama penerapan PSBB, hanya warga ber-KTP Kepulauan Seribu saja yang boleh keluar masuk pulau.

Ditegaskan Junaedi, apabila ada warga yang masih nekat melanggar penerapan PSBB ini siap-siap dibubarkan unsur Tiga Pilar Kepulauan Seribu.

PNS Tak Dapat THR, Begini Respons Wakil Wali Kota Jakarta Pusat

Kabar Tio Pakusadewo: 2 Kali Sebulan Beli Sabu-sabu, Ditangkap Polisi Memakai APD

Sindikat Curanmor Bersenpi Manfaatkan Situasi Sepi saat PSBB DKI Jakarta untuk Beraksi

Selain membubarkan warga, pihaknya juga akan terus memberikan imbauan terkait PSBB di tengah merebaknya pandemi Covid-19 ini.

"Bersama tiga pilar, kalau ada yang kumpul suruh bubar gitu-gitu aja, paling pushup bahwa mereka ada kesalahan," kata Junaedi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved