Antisipasi Virus Corona di DKI

PSBB Diperpanjang Hingga 22 Mei, Begini Tanggapan Imam Besar Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal sekarang, mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur, bertujuan mencegah virus corona

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Gedung Masjid Istiqlal yang terletak di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2020). 

Husni menjelaskan, satu di antara ayat Al-Quran ini adalah surah An-Nisa, ayat 59.

"Tentu. Apalagi kita kan ada ayat 59 surah An-Nisa, yang memerintahkan, taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri yang mengurus urusan di tengah-tengah kita," kata Husni, seusai salat Zuhur, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020).

Pada Jumat itu, Masjid Istiqlal mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur sampai dua pekan ke depan.

Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Husni juga menjelaskan, sejumlah negara yang mayoritas penduduknya umat Muslim mengimbau sembahyang di rumah.

"Kita juga melihat bagaimana kondisi di Masjidil Haram dan di Nabawi cukup lengang," kata Husni.

"Tidak banyak manusia seperti hari-hari biasanya. Nabi menganjurkan, kalau ada penyakit menular, maka larilah sekencang singa berlari menghindar," sambungnya. 

Sejarah Nabi Hadapi Wabah pada Zamannya

Apa yang dilakukan Masjid Istiqlal sekarang, mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur, bertujuan mencegah virus corona.

"Di zaman itu, Nabi Muhammad SAW menyuruh Bilal (sahabatnya, red) untuk mengubah lafaz azan hayya 'ala sholah dengan shollu fi rihalikum," kata Husni seusai salat Zuhur di Masjid Istiqlal.

"Sholatlah kalian di rumah masing-masing. Ketika terjadi wabah, nabi menyarankan siapa yang berada di luar wilayah wabah itu menyebar, jangan pernah masuk ke wilayah itu," sambung dia.

"Juga siapa yang berada di dalam wilayah itu, jangan keluar dari wilayah itu. Jadi itu diputus mata rantainya. Itu nabi yang mencontohkan dan melakukannya."

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, para sahabatnya pun meneruskan ajarannya itu.

Satu di antara sahabat, yakni Umar bin Khattab.

"Ini dilakukan oleh para sahabat setelahnya. Jadi Umar bin Khattab juga melakukan hal yang sama," kata Husni.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved