Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tiket Bus Naik Tiga Kali Lipat, Sejumlah Warga Nekat Pulang Kampung Meski Ada Larangan Mudik

Adanya larangan mudik yang diberlakukan mulai Jumat membuat membuat sejumlah masyarakat nekat mudik hari ini.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Sejumlah orang nekat mudik kendati tiket busnya naik nyaris tiga kali lipat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Adanya larangan mudik yang diberlakukan mulai Jumat (24/4/2020) esok membuat membuat sejumlah masyarakat nekat mudik hari ini.

Hal itu membuat adanya lonjakan penumpang yang cukup tinggi, seperti yang terlihat di Terminal Kalideres, Jakarta Barat.

Salah satu penumpang yang sedang menunggu kedatangan bus ialah Gunawan (23).

Buruh harian lepas ini nekat mudik ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah pada hari ini kendati tiket bus gang ia tumpangi naik nyaris tiga kali lipat.

Kebakaran di Sunter, Ibu dan Anak Meninggal Dunia Karena Terbakar dalam Posisi Berpelukan

"Biasanya Rp 150 ribu sekarang Rp 400 ribu lebih," kata Gunawan ditemui TribunJakarta.com, Kamis (23/4/2020).

Kendati harus mengeluarkan kocek berlebih, semua itu rela dilakukan Gunawan dengan berbagai pertimbangan.

Alasan utamanya karena ia sudah tak bekerja sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta.

"Saya kan kerja proyek, tapi sekarang udah berhenti makanya enggak ada pemasukan. Bagaimana kalau masih disini, siapa yang mau nanggung makan makanya pilih mudik aja selagi masih bisa," katanya.

Selain itu, Gunawan mengaku bahwa keluarganya di kampung juga mengizinkan dirinya mudik ketimbang merantau seorang diri tanpa pemasukan di ibu kota.

"Yang penting saya sehat dan pas sampai rumah juga karantina sendiri dulu, enggak langsung kumpul sama keluarga," ujarnya.

Lurah Kebon Pala Pastikan Masjid Jami Nurul Hidayah Tak Gelar Salat Tarawih Selama Ramadan

Mul, petugas tiket bus mengatakan adanya kenaikan tiket karena saat ini bus hanya diperbolehkan mengangkut penumpang setengahnya dari kapasitas bus untuk menerapkan physical distancing.

"Selain itu kan armadanya juga dikit dan dari Jawa ke Jakarta ini enggak ada penumpang sama sekali. Istilahnya cuma sekali jalan aja ada penumpang, ith pun enggak boleh full," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas antisipasi mudik 2020, Selasa (21/4/2020) mengeluarkan larangan kepada masyarakat agar tidak mudik pada hari raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Larangan tersebut berlaku mulai 24 April 2020 lantaran masih tingginya angka masyarakat yang mudik di tengah Pandemi corona.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved