Virus Corona di Indonesia

Antarkan Paket Sembako, Kurir PT Pos Indonesia Terkendala Cari Alamat Rumah Warga

Para kurir PT Pos Indonesia di Jabodetabek memiliki tugas baru mengantar paket sembako ke warga yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kurir PT Pos Indonesia yang bertugas mengantar paket sembako dari pemerintah pusat ke warga di Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Para kurir PT Pos Indonesia di Jabodetabek kini memiliki tugas baru, yakni mengantar paket sembako ke warga yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19.

Paket berupa beras, minyak goreng, mie instan, makanan kaleng, sabun, susu dari Kementerian Sosial diantar menggunakan sepeda motor operasional.

Satu kurir PT Pos Indonesia, Ichsan Buroqsan mengatakan kendala yang dihadapi saat mengantar paket sembako yakni mencari alamat rumah.

"Kadang-kadang kita ke sana tapi enggak ada nama itu, atau orangnya sudah pindah. Kalau enggak ada nanti dibalikin lagi ke kantor pos terdekat," kata Ichsan di Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2020).

PT KAI dan PT KCI Simulasi Tangani Penumpang Covid-19, KNKT Berikan Apresiasi

Di Jakarta Timur menurutnya ada lebih dari 50 kurir PT Pos Indonesia yang menggunakan sepeda motor dilibatkan untuk mengantar paket.

Namun jumlah paket yang dibawa setiap mengantar berbeda, tergantung surat tugas berisi data alamat warga penerima bantuan.

"Tergantung yang dikasihnya, jadi enggak tentu. Hari ini ada enam paket yang diantar. Kalau untuk pengiriman lain ada petugasnya," ujarnya.

Wanita Cantik Mantan Aspri Suami Muncul, Sang Istri Pembunuh Hakim Jamaluddin Ucapkan Ini

Kepala Kantor Pos Jakarta Timur Agus Aribowo menuturkan selain melibatkan kurir PT Pos Indonesia, pihaknya juga melibatkan ojek online (Ojol).

Pihaknya juga melibatkan Ketua RT dan RW setempat agar penerima bantuan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak meleset.

Hari Pertama Larangan Mudik, Polisi Paksa 70 Bus AKAP Putar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang

"Dari Ketua RT/RW dan Karang Taruna setempat tetap dilibatkan, karena mereka yang paling tahu warganya. Kita juga koordinasi dengan pemerintah daerah," tutur Agus.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved