Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Dandim Jakarta Timur: Petugas Medis dan Penggali Makam Lelah karena Covid-19

Masih banyak warga ogah menaati aturan dalam PSBB yang ditetapkan guna mencegah penularan Covid-19.

Istimewa
Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Inf Muhammad Mahfud As'at saat menyerahkan bantuan APD ke petugas makam TPU Pondok Ranggon 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Masih banyak warga ogah menaati aturan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan guna mencegah penularan Covid-19.

Berbagai alasan tak berdasar mereka lontarkan saat melanggar aturan PSBB, padahal jumlah pasien terkonfirmasi dan meninggal Covid-19 terus bertambah.

Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Inf Muhammad Mahfud As'at mengatakan warga harusnya tak egois karena nasib mereka secara umum lebih mujur.

"Seharusnya mereka melihat kondisi petugas medis yang sulit untuk melaksanakan ibadah. Apalagi pulang ke rumah enggak berani sekarang itu. Kasihan keluarganya," kata Mahfud saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (27/4/2020).

Tak hanya pontang-panting menangani pasien Covid-19 dengan segala keterbatasannya, tenaga kesehatan juga bertaruh nyawa saat bertugas.

Hingga 6 April 2020 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 24 dokter dari berbagai wilayah meninggal terkait Covid-19.

"Petugas makam juga sampai malam menunggu jenazah, kasihan kalau mereka bekerja sampai malam. Mungkin mereka enggak bisa buka bersama," ujarnya.

Mahfud menuturkan pemerintah terus mengggaungkan bahaya penularan Covid-19 secara langsung ke warga lewat berbagai cara.

Bantuan sosial bagi warga yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19 pun terus disalurkan agar tak kelaparan selama di rumah.

"Masyarakat pikirlah petugas medis, petugas makam yang sudah lelah dengan kondisi saat ini. Apalagi masyarakat makin banyak yang kena, yang positif gara-gara mereka tidak mentaati aturan," tuturnya.

Lihat Ibu & 2 Anaknya yang Positif Corona Saling Berpelukan, Warga Terisak: Ya Allah Sembuhkan

Si Jago Merah Luluhkan Christ Cathedral GBI Basilea Serpong, Penyebab Belum Diketahui

Mahfud menuturkan warga sepatutnya membantu para petugas medis dan makam agar jumlah pasien terkonfirmasi dan meninggal tak bertambah.

Khususnya di Jakarta Timur yang kepadatan penduduknya paling tinggi se-DKI, yakni sekitar 2.889.426 juta jiwa bila mengacu data BPS.

"Karena di Jakarta Timur ini penyebaran cukup signifikan yang kena Covid-19. Diharapkan masyarakat bisa menahan diri, bersabar, mending tinggal di rumah," lanjut Mahfud.

Dia juga mengimbau agar warga yang memiliki gejala terjangkit Covid-19 segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved