Pasar Tanah Abang Tutup, Ini Jeritan Sejumlah Portir Barang
Bahkan, hal ini membuat portir atau pramuantar barang yang biasa ramai pesanan, kini sepi
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berlangsung hingga 22 Mei mendatang.
Hal ini berdampak dengan tutupnya Pasar Tanah Abang.
Bahkan, hal ini membuat portir atau pramuantar barang yang biasa ramai pesanan, kini sepi.
Sejumlah portir di pasar Tanah Abang tampak duduk pada sekitaran pasar tersebut.
Satu di antaranya Rohman (44), hatinya menjerit lantaran sepi pesanan selama pasar Tanah Abang tutup.
"Sepi banget tidak ada pesanan sejak pagi. Biasanya ramai," kata Rohman kepada TribunJakarta.com, Rabu (29/4/2020).
Pada hari sebelum PSBB dan pandemi Covid-19, Rohman biasanya mendapat sepuluh pesanan mengantar barang.
Itu pun minimal sepuluh pesanan.
Masing-masing pesanan, kata Rohman, biasanya paling minim dikenakan biaya Rp20 ribu.
"Biasanya satu pesanan antarbarang ke tempat (tujuan), saya dikasih Rp 20 ribu," jelas Rohman.
"Ya, tergantung barangnya juga banyak apa tidak," sambungnya.
Intinya, kata Rohman, uang sebesar Rp 100 ribu dapat dikantongi dalam per hari.
• Hingga Siang Ini, GOR Pasar Minggu Tampung 6 PMKS
• Kunci Jawaban Lengkap Soal SMP di TVRI 29 April 2020, Apa yang Menyebabkan Erupsi Gunung Api?
• Nekat Masih Beroperasi Saat PSBB, Panti Pijat Fitri di Jakarta Pusat Disegel Satpol PP
"Ya, minimal Rp 100 ribu per hari. Cukup buat makan dan lain-lainnya," kata Rohman.
Hal selaras dirasakan Supriyatna (39), rekan Rohman yang bekerja sebagai portir juga.
"Sama, sepi banget selama pasar (Tanah Abang) tutup," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sejumlah-portir-atau-pramuantar-barang-sedang.jpg)