Ramadan 2020
Gibah Online Bisa Batalkan Puasa? Ini Penjelasan Lengkapnya
Tak bisa dipungkiri, saat bermain media sosial masih banyak orang yang ghibah, berkata kasar hingga mengumpat online.
Tindakan tak baik tersebut juga menjadikan penyebab munculnya kebencian Allah SWT, bahkan bisa berujung pada tidak diterima puasanya.
Oleh sebab itu, seorang muslim dilarang untuk melontarkan umpatan dan cacian menyakitkan kepada orang lain.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda memperingatkan terkait sikap dan tutur kata berikut ini :
"Apabila salah satu dari kalian sedang menjalankan ibadah puasa, maka janganlah berkata kotor, dan jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencelanya atau menyakitinya maka ucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa," (HR. Bukhari).
• Jadwal Buka Puasa Senin 4 Mei 2020 Wilayah Jakarta, Bogor dan Sekitarnya
Musta'in menjelaskan, orang-orang yang mengumpat itu tidak lebih hanya mendapat lapar dan haus saja, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW.
"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga," (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir).
Musta'in memberikan tips yakni dengan melakukan pengendalian diri agar tak sampai melontarkan umpatan.
Dia juga menambahkan untuk menggunakan media sosial untuk lebih memperkuat ukhuwah atau persatuan antar anak bangsa.
"Toh, hakikat puasa itu menahan diri (imsak), istilah gaulnya, kalau baperan jangan berselancar di arus medsos," ujar dia.
"Saling membantu, juga saling wasiat kebenaran dan kesabaran, dengan cara yang baik dan bijak, Bil hikmah wal mauidhotil hasanah," terang Musta'in.