Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Tak Mampu Beli Beras, Warga di NTT Terpaksa Makan dan Olah Ubi Beracun: Dari Pada Mati Kelaparan

Beberapa warga di Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak mampu membeli beras ataupun jagung.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
(Kompas.com/Nansianus Taris)
Warga Desa Woedoa, Nagekeo, mengumpulkan ubi hutan pada siang hari. Ubi itu diolah agar bisa dimakan warga sebagai pengganti beras dan jagung. 

Herman berharap, pemerintah desa dan kabupaten bisa memerhatikan nasib warga Desa Woedoa di tengah pandemi Covid-19.

Ia berharap, pandemi Covid-19 bisa berlalu agar bisa beraktivitas seperti biasa untuk mencari nafkah hidup.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Gaspar Lara Joa.

Sisi Lain Prabowo Subianto Jadi Penggemar Didi Kempot, Ternyata Ketum Gerindra Rela Lakukan Ini

Gaspar menyebut warga desa terpaksa mengonsumsi ubi hutan sebagai pengganti beras untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sudah sebulan ini kami pergi cari omdo di hutan. Sampai di rumah, kami bersihkan dan jemur sampai kering. Setelah itu baru bisa makan," ungkap Gaspar.

Gaspar menyebut, ubi hutan itu adalah satu-satunya pilihan bagi warga agar tak meninggal karena kelaparan.

Ia menyebut, jagung yang jadi tanaman andalan warga desa juga gagal panen.

Insentif Kartu Prakerja Tak Kunjung Cair, Peserta Gelombang Kedua Juga Belum Dapat Dana Pelatihan

"Mau beli beras sudah tidak ada uang. Jagung juga tidak ada. Jadinya kita makan ubi hutan saja dari pada mati kelaparan," jelas Gaspar.

Pemulung Curi Padi untuk Isi Perut Kosong Keluarga, Polisi: Meski Dia Sakit, Tapi Tetap Cari Rongsok

Kisah menyayat hati datang dari Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved