Sempat Ricuh hingga Terjadi Aksi Tarik-Menarik Pedagang dan Satpol PP di Pasar Pondok Labu

Aksi tarik-menarik antara pedagang dengan petugas itu pun terekam dan diunggah di sosial media.

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi Satpol PP Pondok Labu
Suasana area parkir Pasar Pondok Labu saat Petugas Satpol PP terlibat tarik menarik dengan pedagang pada Minggu (10/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sejumlah pedagang di Pasar Pondok Labu, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, terlibat aksi tarik-menarik dengan petugas Satpol PP.

Aksi itu dipicu provokasi dari seorang pedagang yang tidak ingin lapaknya ditertibkan petugas saat tengah menertibkan area parkir Pasar Pondok Labu di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Kota Jakarta Selatan.

Aksi tarik-menarik antara pedagang dengan petugas itu pun terekam dan diunggah di sosial media.

Kepala Satuan Tugas Pondok Labu, Hardie, mengatakan kejadian tarik-menarik itu bermula saat seorang pedagang mainan yang berjualan di lapak semi-permanen tidak ingin ditertibkan oleh petugas.

Suasana area parkir Pasar Pondok Labu saat Petugas Satpol PP terlibat tarik menarik dengan pedagang pada Minggu (10/5/2020).
Suasana area parkir Pasar Pondok Labu saat Petugas Satpol PP terlibat tarik menarik dengan pedagang pada Minggu (10/5/2020). (ISTIMEWA/Dokumentasi Satpol PP Pondok Labu)

Kejadian itu berlangsung sekira pukul 11.00 pada Minggu (10/5/2020).

Dari semua pedagang yang berjualan di area parkir, hanya dia yang tak ingin ditertibkan.

Ia juga satu-satunya pedagang yang berjualan di lapak semi-permanen.

Saat bangunan hendak dibongkar, pedagang itu merasa keberatan. Ia beradu argumen dengan petugas.

Petugas kemudian meminta pedagang untuk ke kantor membicarakan keberatannya secara baik-baik.

Namun, pedagang itu menolak. Petugas yang menariknya ditahan oleh pedagang lainnya agar tidak dibawa. Aksi tarik-menarik pun terjadi.

"Anggota tadi ingin mengamankan seorang pedagang yang memprovokasi. Tetapi di satu sisi dihalang-halangi pedagang lainnya termasuk ibu-ibu. Sebenarnya kalau enggak ada ibu-ibu atau pedagang lain yang menahan, bisa kita gandeng," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Minggu (10/5/2020).

Padahal, sebelumnya, petugas sudah memberikan waktu agar pedagang mainan itu membongkar sendiri lapaknya.

Pedagang mainan itu malah mengulur-ulur waktu hingga membuat petugas kembali menegurnya.

Hardi melanjutkan, seorang pedagang itu memang pedagang yang paling sulit diatur kala ada penertiban.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved