Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Skenario Kedatangan Penumpang yang Membludak di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi Covid-19

PT. Angkasa Pura II tengah menyiapkan skenario proses kedatangan pesawat dan penumpang yang membludak di Bandara Soekarno-Hatta.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kondisi terkini Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang sepi total karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kamis (6/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT. Angkasa Pura II tengah menyiapkan skenario proses kedatangan pesawat dan penumpang yang membludak di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebab, pada 7 Mei 2020, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta tiba-tiba kebanjiran penumpang yang datang karena ada empat penerbangan yang mendarat secara bersamaan.

Pada saat itu terjadi antrean panjang dan penumpukkan pada saat proses pemeriksaan kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang mengatakan, pihaknya akan membagi setiap gerbang atau gate.

"Jika itu pada situasi normal, hal itu tentu biasa saja tapi ini kan sedang ada musibah. Dimana kita perlu menerapkan physical ditancing, makanya kita akan coba melakukan skenario kedatangan pesawat dengan pembagian gate," kata Febri saat dihubungi, Senin (11/5/2020).

Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri terdapat 10 gerbang yang akan dibuka apa bila ada banyak pesawat yang datang secara bersamaan.

Nantinya, lanjut Febri, penumpang yang masuk itu akan diarahkan ke gerbang yang berbeda-beda agar tidak menumpuk di satu gerbang yang sama.

"Misal, ada yang dekat dengan proses pemeriksaan oleh KKP atau kita tempatkan di gate paling ujung, yang penting pada saat proses penumpang masuk ke dalam terminal, tidak ada penumpukan atau antrean panjang," terang Febri.

Untuk menghindari penumpukan dan antrean di dalam bandar udara, pihaknya juga terus mengimbau agar setiap penumpang mengisi alert card atau kartu kewaspadaan kesehatan saat di dalam pesawat.

"Yang menjadi faktor antrean panjang itu juga karena masih banyak penumpang yang belum isi alert card, sehingga saat proses pemeriksaan, butuh waktu lumayan banyak lagi untuk isi itu," kata Febri.

Belum lagi, saat penerapan physical distancing membutuhkan jarak satu meter antar penumpang sehingga tercipta antrean mengular.

"Makanya di sini kami meminta kepada pihak maskapai untuk terus mengarahkan penumpang mengisi alert card di dalam pesawat," tutup Febri.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved