Breaking News:

Ramadan 2020

Tak Penuhi Kriteria BNPB, 30 Orang Ditolak Berangkat Naik Bus AKAP Terbatas 

Mereka ditolak karena tidak memenuhi syarat sesuai SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalanan Orang

TribunJakarta.com/Bima Putra
Calon penumpang yang sedang menunggu di area keberangkatan Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tak semua warga yang hendak melakukan perjalanan menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) terbatas lewat Terminal Pulo Gebang bisa pergi.

Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Pulo Gebang, Afif Muhroji mengatakan sejak Minggu (10/5/2020) hingga Senin (11/5/2020) puluhan orang ditolak.

"Tanggal 10 Mei, 5 orang berangkat, 25 kita tolak. Kemarin (11/5) keberangkatan ada tujuh berangkat, lima kita tolak," kata Afif di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2020).

Mereka ditolak karena tidak memenuhi syarat sesuai SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona.

Dalam SE yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu hanya segelintir orang yang dikecualikan berpergian.

"Mereka ditolak karena tidak ada keperluan. Mereka mengira masih boleh mudik dengan hanya membawa surat pengantar dari Kelurahan," ujarnya.

Selain warga, Afif menuturkan tidak semua perusahaan otobus (PO) melayani perjalanan AKAP terbatas meski memiliki unit bus.

Hanya PO yang sudah ditunjuk Kementerian Perhubungan bisa melayani keberangkatan penumpang warga yang dikecualikan.

Unit bus AKAP terlihat pada stiker di bagian depan bertuliskan "Angkutan AKAP terbatas dalam rangka percepatan penanganan Coronavirus disease (Covid-19)".

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved