Breaking News:

Teror Ular Kobra

Petugas Pemadam Kebakaran Tangkap Kobra 1 Meter di Teras Rumah Warga Bambu Apus

Warga Kecamatan Cipayung tampaknya harus kembali berhati-hati terhadap Ular Kobra yang berkeliaran di permukiman mereka.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Istimewa/Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Personel Sudin PKP Jakarta Timur saat menangkap Kobra yang berkeliaran di permukiman warga Cipayung, Selasa (12/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga Kecamatan Cipayung tampaknya harus kembali berhati-hati terhadap Ular Kobra yang berkeliaran di permukiman mereka.

Setelah akhir 2019 dan tahun 2020 lalu marak kemunculan ular kobra, pada Selasa (12/5/2020) seekor Kobra kembali menampakkan diri.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman ular kobra tersebut muncul di teras rumah warga.

"Kita terima laporan pukul 22.05 WIB ada Ular Kobra di teras rumah warga Jalan Raya Bambu Apus RT 01/RW 03, Kelurahan Bambu Apus," kata Gatot di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2020).

Satu unit mobil light rescue berikut lima personel Sudin PKP Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi guna melakukan evakuasi.

Beruntung saat personel tiba pukul 22.15 WIB reptil yang dikenal karena kemampuan menyemburkan bisa itu belum kabur.

"Panjang Kobra yang diamankan sekitar 1 meter. Alhamdulillah evakuasi lancar, awal penanganan pukul 22.20 WIB, selesai 22.30 WIB. Ularnya sementara kita bawa ke kantor sektor," ujarnya.

Gatot menuturkan pihaknya sempat melakukan penyisiran guna di sekitar lokasi guna memastikan tak ada Kobra lain yang berkeliaran.

Pasalnya Sudin PKP Jakarta Timur mencatat Cipayung jadi wilayah dengan jumlah kasus permintaan evakuasi Ular yang cukup banyak.

Selain Cipayung, Kecamatan Cakung dan Ciracas termasuk wilayah dengan jumlah kasus permintaan evakuasi Ular terbanyak.

Tak hanya karena wilayah yang luas, lahan kosong atau semak belukar di tiga Kecamatan tersebut masih terbilang banyak.

"Karena kan ular itu darahnya dingin, jadi dia butuh tempar hangat. Sering kami temukan di tumpukan puing-puing, genteng, jalur-jalur tikus dan lubang di semak-semak," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved