Virus Corona di Indonesia

Viral Ucapan Minta Sekda Blora Mundur, Gubernur Ganjar: Mendata Sulit, Memang Mudah?

Viral statemen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meminta Sekda Blora Komang Gede Irawadi mundur dari jabatannya. Ini nasihat Ganjar buatnya.

Editor: Y Gustaman
Tribunnews.com/Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Viral statemen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meminta Sekda Blora Komang Gede Irawadi mundur dari jabatannya.

Beberapa hari kemudian, Ganjar pun menjelaskan maksud ucapannya tersebut. 

Video Ganjar yang meminta Sekda Blora mundur viral dan tersebar di media sosial.

Di awal video tersebut, Ganjar mengaku sudah menelepon beberapa kepala daerah seperti Gubernur DKI, Gubernur Jabar, Gubernur Banten, hingga Kemensos atau Presiden.

Dari mereka Ganjar mendapat kepastian warga Jateng yang merantau ke lain daerah akan diberikan bantuan oleh pemerintah setempat.

Merujuk Data, Sangat Riskan Warga Bekasi Usia di Bawah 45 Tahun Diizinkan Beraktivitas

Tiba-tiba saat berdiskusi dengan perantau warga Blora melalui video conference, Ganjar menyinggung Sekda Blora.

Ia menilai Pemkab Blora tidak paham dan tidak bisa mendata warganya di perantauan untuk dijadikan acuan sebagai penerima bantuan akibat terdampak virus corona atau Covid-19.

Video berdurasai 1 menit 4 detik itu mengambil latar di sebuah ruangan di rumah dinas gubernur.

Ganjar merasa kesal sehingga melontarkan agar Sekda Blora mundur dari jabatannya.

"Saya heran saja dengan Kabupaten Blora," ungkap Ganjar.

"Nek sekda ditakoni ra mudeng, sekdane kon mundur wae, nggo ngopo fungsine dadi sekda nek ora mudengan."

"Saya heran saja dengan Kabupaten Blora. Kalau Sekda ditanya enggak paham."

"Sekdanya suruh mundur saja, buat apa fungsi jadi Sekda kalo enggak paham)," tegas Ganjar.

Cerita Kamih, Jualan Lauk Matang Keliling Kampung Usai Diberhentikan dari Juru Masak Rumah Sakit

"Omongna, seng ngomong gubernur, omongna bupati entuk, omongna wakil e entuk." 

"Bilangin, yang bicara gubernur. Bilang ke bupati boleh, ke wakil (bupati boleh, red)," lanjutnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved