Breaking News:

Akibat Prank Petugas Medis Corona di Bone, Pelaku Terancam Dipenjara 10 Tahun

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bone, Sulawesi Selatan, menetapkan tersangka atas kasus candaan atau prank di dua rumah sakit Bone.

Editor: Siti Nawiroh
Tangkapan Layar kompas.com
AR (20) gadis belia diamankan polisi bersama tiga rekannya lantaran aksi pranknya terjangkit Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sabtu, (9/5/2020).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pelaku kasus candaan atau prank di dua rumah sakit Bone ditetapkan tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bone, Sulawesi Selatan,.

"Kasus prank sampai saat ini masih berjalan sesuai dengan Protap dan terancam hukuman sepuluh tahun penjara sesuai pasal yang dikenakan," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Muhammad Pahrun melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Sementara itu, Hidayat (45), selaku keluarga tersangka AR meminta permohonan maaf agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami sekeluarga meminta maaf kepada seluruh petugas dan perawat Covid-19 atas ulah anak keponakan kami" kata Hidayat, melalui pesan singkat kepada Kompas.com pada Kamis, (14/5/2020).

Hidayat menambahkan, kondisi mental AR masih labil dan perilaku tersebut sungguh menyakitkan Petugas Gugus Tugas Covid-19 yang bekerja mempertaruhkan nyawa.

"Kami sadar bahwa ulahnya sangat menyakitkan terhadap seluruh petugas gugus Covid-19 yang bekerja mempertaruhkan nyawa dan kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan," sambung Hidayat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prank Petugas Medis Corona di Bone, Pelaku Terancam Dipenjara 10 Tahun", .
Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq
Editor : Dony Aprian

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved