Breaking News:

Napi Pengendali Narkoba Dipindah ke Nusakambangan, BNN: Percuma Kalau Orangnya Tidak Jujur

Pernyataan Dirjen PAS Reynhard Silitonga yang bakal memindahkan napi pengendali narkoba ke Lapas Nusakambangan dipandang bukan hal baru.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memberi keterangan di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pernyataan Dirjen PAS Reynhard Silitonga yang bakal memindahkan napi pengendali narkoba ke Lapas Nusakambangan dipandang bukan hal baru.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan pernyataan saat rapat dengar dengan Komisi III DPR RI, Senin (11/5/2020) lalu pernah diusulkan pihaknya.

"Itu sebenarnya sudah lama (diusulkan) bagi mereka yang masih melakukan aktivitasnya dan disinyalir masih mampu mengendalikan narkoba dari dalam penjara," kata Arman di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (14/5/2020).

Dari rentetan kasus yang peredaran narkoba kelas kakap yang berhasil diungkap BNN, 90 persen bandar berstatus narapidana.

Daftar nama gembong narkoba yang diidentifikasi masih bisa berbisnis dari penjara pun sudah disampaikan ke Dirjen PAS.

"Kita minta supaya mereka (napi) diberi pengawasan lebih, termasuk memindahkan ke dalam penjara yang super maksimum security di Nusakambangan," ujarnya.

Nahas usul yang disampaikan BNN tampaknya belum diterapkan, daftar kasus peredaran narkoba yang dikontrol napi bertambah.

Arman menuturkan pemindahan napi pengendali narkoba ke Lapas super maximum security juga bukan merupakan jaminan.

Menurutnya upaya memberantas peredaran narkoba di Lapas harus dimulai dari para petugas yang mengawasi napi.

"Kalau kita tidak peduli, sebaik apa pun aturannya, sebagus apa pun gedung dan sistem pengamannya. Kalau orang-orangnya tidak jujur, tidak mau melakukan dengan baik, maka itu akan percuma," tuturnya.

Arman berharap Reynhard yang dipilih jadi Dirjen PAS oleh Menkumham Yasonna Laoly serius memberangus peredaran narkoba di Lapas.

Nuri dan Kancil Komplotan Curanmor Kelapa Dua Sudah Beraksi 40 Kali Dalam Setahun

Liga 1 2020 Berhenti Akibat Covid-19, Rohit Chand Pernah Jadi Tukang Potong Rumput Dadakan

Pasalnya BNN sejak lama sudah menyatakan keseriusan mereka memberangus peredaran narkoba di Rutan dan Lapas.

"Itu bisa berhasil (selama) tetap berpegang pada berkomitmen masing-masing, artinya tugas profesional kita harus kita lakukan," lanjut Arman.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved