Siswi NF Korban Pelecehan Seksual

Soal Kasus NF, Kementerian PPPA Siapkan Tim Penasihat Hukum

Harapannya, kata Nahar, semua proses terkoordinasi dan penyelesaian perkara dilakukan secara koordinatif

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Rumah pelaku penenggelaman perempuan usia lima tahun, di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu malam (7/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Deputi Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nahar, menyatakan hak anak dalam proses peradilan adalah mendapat pendampingan hukum.

Termasuk kasus NF (15), remaja putri yang menjadi pelaku pembunuhan sekaligus korban kekerasan seksual.

"Kami sudah siapkan tim penasihat hukum untuk dampingi NF di peradilan," kata Nahar, dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2020).

Harapannya, kata Nahar, semua proses terkoordinasi dan penyelesaian perkara dilakukan secara koordinatif.

Sempat Hanya 9 KK, Data Penerima Bansos Kelurahan Warakas Kini Jadi 6.836 KK

Dukungan agar NF mendapat rehabilitasi sosial pasca-keputusan pengadilan datang dari berbagai pihak

Satu di antaranya dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Putu Elvina.

"Sejak kasus ini merebak, kami sudah rekomendasikan untuk rehabilitasi. NF akan menjalani proses panjang," kata Putu, dalam keterangan resminya yang sama.

"Saya berfikir kondisi psikologis pasti mengalami penurunan dan ini bisa di-manage oleh Balai Anak Handayani Jakarta," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved