Banyak Pelajar SMP Hingga SMA Konsultasi Kehamilan saat Pandemi Covid-19

Banyak orang mengkonsultasikan kehamilan saat pandemi virus corona atau Covid-19. Tak sedikit dari mereka masih SMP dan SMA.

KOMPAS.com/M Wismabrata
Ilustrasi hamil 

TRIBUNJAKARTA.COM - Banyak orang mengkonsultasikan kehamilan saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Ini bertolak belakang dengan kejadian di beberapa negara yang mencatatkan angka perceraian tinggi selama wabah corona. 

Namun yang membuat tinggi angka konsultasi kehamilan ini cukup mencengangkan, karena melibatkan banyak pelajar SMP hingga SMA.

Namun, itu bukan terjadi di Indonesia melainkan di Jepang.

Japan Today melansir pada Jumat (15/5/2020), Rumah Sakit Jikei di Kumamoto melaporkan peningkatan jumlah pelajar SMP dan SMA yang menghubungi departemen konsultasi kehamilan.

Peningkatan ini dimulai pada Maret, tak lama Perdana Menteri Shinzo Abe meminta sekolah-sekolah di seluruh Jepang ditutup guna menekan penyebaran Covid-19.

Terungkap Sosok Penjual Surat Sehat Bebas Covid-19 yang Viral di Medsos, Ini Perannya

Selama April, konselor kehamilan Rumah Sakit Jikei menangani lebih banyak pelajar SMP-SMA ketimbang di bulan lainnya, sejak departemen ini didirikan pada 2007.

"Dengan sekolah ditutup karena virus corona, banyak pelajar yang tinggal di rumah," Wakil Presiden Rumah Sakit Jikei, Ken Hasuda, menerangkan.

"Bagi sebagian besar dari mereka, ini menghadirkan peluang untuk aktivitas seksual, yang dalam beberapa kasus mengarah ke kehamilan yang tidak direncanakan."

Awalnya diperkirakan remaja yang tinggal di rumah lebih sedikit kesempatannya untuk berhubungan seks.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved