Virus Corona di Indonesia
Kisah Edy Bertekad Nikah Saat Pandemi Covid-19, Rela Jalani Isolasi di Desa Sang Pacar
Tekad pemuda bernama Edy (27) untuk menikahi kekasihnya sudah sangat kuat. Ia rela menjalani isolasi mandiri di Yogyakarta.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM, YOGYAKARTA - Tekad pemuda bernama Edy (27) untuk menikahi kekasihnya sudah sangat kuat.
Edy rela menjalani isolasi mandiri selam 14 hari demi mempersunting sang pacar.
Edy merupakan warga Bojonegoro, Jawa Timur.
Ia bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sementara, kekasihnya berasal dari Pedukuhan Jamus, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rencananya pernikahan berlangsung di Jamus pada 3 Juni 2020 mendatang.
Sejatinya, semua direncanakan jauh hari, bahkan matang sebelum pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19).
Situasi cepat berubah.
Semua rencana kini harus menyesuaikan pandemi yang berkepanjangan. Termasuk di antaranya, Edy harus menjalani karantina sebelum menjalani pernikahan.
“Karena memang sudah aturannya dan harus melalui seperti ini, saya ikuti saja,” kata Edy berbicara dari kejauhan, Senin (18/5/2020).
Edy berangkat dari Sukoharjo dan tiba di Jamus pada hari Minggu (17/5/2020) malam.
Ia langsung masuk ke bangunan karantina yang berada dalam komplek sekolah TK Pamardi Putra 3 Pengasih.
Komplek terdiri dari dua bangunan, yang lama di depan, sedangkan yang baru di belakang.
Bangunan baru terdiri tiga ruang, plus satu ruang UKS, dan kamar mandi di luar.
Tiap ruang tersedia tikar dan kasur.
Edy menempati satu ruang di sana. Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Kalurahan Pengasih, Indarto mengungkapkan, mereka yang datang dari luar wilayah mesti menjalani isolasi seperti ini, baik mandiri di rumah maupun seperti Edy, di sekolah TK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/edy-rela-menjalani-isolasi-mandiri-demi-menikahi-kekasihnya.jpg)