Liga 1 2020

PT LIB Bayar Subsidi Secara Normal, Bos Persija: Sekarang Sudah Tidak Kemarau Lagi

Usulan tersebut ditolak PSSI dan tetap mewajibkan PT LIB membayarkan dana subsidi secara normal sebesar Rp520 juta

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Direktur olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus saat mengumumkan pelatih baru Sergio Farias di kompetisi musim depan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menepati janjinya memberikan dana subsidi termin kedua kepada klub-klub Liga 1 2020.

Sebelumnya, pemberian dana subsidi termin kedua sempat tersendat dan terancam mendapatkan potongan dari PT LIB.

Bahkan PT LIB sudah mengajukan permintaan khusus kepada PSSI agar bisa memberikan dana subsidi termin kedua sebesar Rp350 juta.

Namun, usulan tersebut ditolak PSSI dan tetap mewajibkan PT LIB membayarkan dana subsidi secara normal sebesar Rp520 juta.

Persija Jakarta turut mengkonfirmasi sudah menerima dana subsidi termin kedua yang diberikan PT LIB.

Direktur olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus sudah mengecek langsung ke bagian keuangan dan PT LIB sudah membayarkan kewajibannya secara penuh.

"Ya, kalau kami bersyukur sudah terima (dana subsidi termin kedua) secara normal dari PT LIB," kata Ferry Paulus kepada TribunJakarta, Jumat (22/5/2020).

Ferry mengatakan, manajemen Persija mengalokasikan dana tersebut untuk membayarkan gaji kepada seluruh pemain, pelatih, dan official tim.

Dana subsidi yang diberikan PT LIB sedikit membantu dalam menutupi kondisi keungan tim Persija Jakarta.

"Sekarang sudah tidak kemarau lagi dan bisa lunasi kewajiban ke pemain," tutup pria asal Manado, Sulawesi Utara tersebut.

Di sisi lain, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 masih belum menemukan titik terang apakah bakal berlanjut atau dihentikan secara total.

Sebelumnya, PSSI sudah membuat keputusan menghentikan seluruh aktivitas kompetisi sampai tanggal 29 Mei 2020.

PSSI masih menunggu keputusan lanjutan dari Pemerintah Republik Indonesia mengenai status kondisi darurat Covid-19 yang telah ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jika pemerintah mencabut status darurat, maka kompetisi sepak bola di Indonesia bisa bergulir kembali pada 1 Juli 2020.

M Nuh Tak Mampu Bayar, Putra Ketua Perindo Harry Tanoe Jadi Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi

DMI Tangsel Enggan Bertanggung Jawab Masjid yang Masih Menggelar Salat Id

Pesta Kembang Api Dibatalkan Saat Penutupan PSBB Kota Tegal: Ini Kata Gubernur Ganjar

Namun sebaliknya, jika situasinya makin parah dan pandemi Covid-19 belum bisa teratasi, bisa dipastikan kompetisi sepak bola di Indonesia akan dihentikan.

PSSI bersama anggota Komite Eksekutif (Exco) akan segera menggelar rapat lanjutan dalam menentukan semuanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved