Terungkap, 'Nikahan' Jadi Kode Ajakan Tawuran di Media Sosial
Jajaran Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat berusaha mencegah aksi tawuran selama Ramadan 2020 dan seterusnya. Kode ajakan tawuran terungkap.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Jajaran Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat berusaha mencegah aksi tawuran selama Ramadan 2020 dan seterusnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Guntur Muhammad Thariq, menyebut cara pencegahan tawuran yaitu memantau media sosial (medsos).
"Bukan hanya patroli di lapangan, tapi kami juga berpatroli di media medsos," kata Guntur, saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).
Selama pemantauan di medsos, kata Guntur, pihaknya menemui kode 'ajakan tawuran'.
Satu di antara kode tersebut, 'nikahan.'
"Nikahan yang dimaksud mereka, yaitu tawuran. Jadi, mereka ini kasih kode 'nikahan' yang nantinya akan mengundang teman-temannya yang lain," jelas Guntur.
Karenanya, kata Guntur, jajarannya harus cermat ketika memahami ada gerak-gerik yang menimbulkan aksi tawuran.
Dalam hal ini, Polsek Metro Menteng bekerjasama dengan unit Cyber Polres Metro Jakarta Pusat.
Begitu pun dibantu jajaran Polda Metro Jaya guna memantau pergerakan yang berindikasi aksi tawuran.
"Kami pantau 24 jam setiap ada gerak-gerik yang memprovokasi (tawuran)," jelas Guntur.
Sementara, Guntur menyebut tiada aksi tawuran sejak awal Ramadan 2020 hingga hari ini.
Terkhusus di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.
"Waktu itu kan (ketua) geng Zwembath yang menjadi otak aksi tawuran beberapa waktu lalu sudah kami amankan," ucap Guntur.
"Jadi selama Ramadan ini kami mampu cegah tawuran di wilayah kami," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-media-sosial-email-facebook-twitter-medsos_20181105_133802.jpg)