Antisipasi Virus Corona di DKI
Dalam 2 Hari, Dishub DKI Jakarta Putarbalikan 6.364 Kendaraan Yang Tak Miliki SIKM
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meminta kepada masyarakat yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) untuk tidak nekat bepergian.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo meminta kepada masyarakat yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) untuk tidak nekat bepergian.
Sebab, petugas gabungan dari unsur Dishub, Satpol PP, TNI, dan Polri bakal meminta mereka kembali ke daerah asalnya.
"Semua wajib ada SIKM, enggak cuma di ruas jalan, tapi juga di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir, dan bandar udara," ucapnya dalam dialog yang disiarkan kanal youtube BNPB Indonesia, Kamis (28/5/2020).
Syafrin membeberkan, dalam dua hari terakhir pihaknya telah memutar balikan 6.364 kendaraan yang ingin keluar ataupun masuk Jakarta.
• Pemprov DKI Jakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Acak Bagi Pemegang SIKM
Rinciannya, sebanyak 692 kendaraan roda dua, 5.286 mobil pribadi, dan 386 kendaraan umum.
"Sejak 26 Mei hingga 27 Mei 2020 total diputarbalikan di Jabodetabek ada 6.334 kendaraan," ujarnya.
Tak hanya kendaraan yang diminta putar balik, Dishub DKI juga mencatat ada dua orang penumpang angkutan umum yang tidak memiliki SIKM lalu diminta kembali ke daerah asalnya.
Selain itu, ada juga delapan orang yang berasal dari daerah bisa lolos sampai Jakarta dikarantina.
Rinciannya, ada lima orang yang masuk dari Stasiun Gambir, dua dari Terminal Pulo Gebang, dan satu dari Bandara Soekarno Hatta.
• Polisi Kembali Gelar Olah TKP di Lokasi Bajaj Tabrak Transjakarta Pademangan Jakarta Utara
"Penyekatan di Jabodetabek kami lakukan seleksi, siapa yang punya izin boleh keluar masuk, yang enggak boleh diputarbalikan," kata Syafrin.
Ia pun berpesan kepada masyarakat yang sudah terlanjur pulang kampung dalam musin lebaran 2020 untuk melengkapi dengan surat izin bila ingin kembali ke Jakarta.
Bila tak memiliki surat itu, Syafrin pun meminta mereka untuk menahan diri dan tidak memasakan kembaki ke ibu kota.
• Idulfitri 1440 H, Bandara Soekarno Hatta Minim Jumlah Penerbangan
"Warga Jabodetabek yang sudah keluar, selama dua minggu ke depan bertahan do kamling saja dulu, jangan balik ke Jabodetabek karena kami memasuki tahap akhir memutus pandemi Covid-19," tuturnya.