Breaking News:

TPA Cipeucang Longsor

Target Evakuasi Dua Pekan, Longsoran Sampah Cipeucang Terus Cemari Sungai Cisadane

Longsoran sampah dari TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, yang ambrol ke Sungai Cisadane masih belum rampung diangkut.

Istimewa/dokumentasi Banksa Suci
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Tangerang Selatan yang longsor, sampah pun sampai menutupi hampir seluruh badan Sungai Cisadane, Kamis (22/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Longsoran sampah dari TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, yang ambrol ke Sungai Cisadane masih belum rampung diangkut.

Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, masih mengerahkan petugas dengan beberapa eskavator untuk perlahan menarik sampah dari badan sungai.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Yepi Suherman, mengatakan, saat ini baru 2/3 dari volume sampah sekira 100 ton, yang sudah terangkut.

Masih setengah badan sungai Cisadane di area itu terbendung sampah.

Alirannya pun terus tercemar sejak longsor pada Jumat (22/5/2020) lalu.

"Kalau sekarang kita sudah mengeruk 2/3 bagian dari yang awal. Jadi awalnya kan menutup 2/3 badan sungai, nah sekarang posisi sampah sudah bergeser sampai ke tengah sungai, sudah kurang. Sekitar 20 meteran dari tepi. Kalau perkiraan lebar sekitar 50 meter." ujar Yepi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2020).

Sejak awal target evakuasi sampah yang mencemari sungai itu dipatok dua pekan.

Saat ini tenggat semakin mendekat dan hanya tersisa sepekan.

"Eskavator yang jelas bantuan dari balai besar pusat informasinya tiga unit, yang kita miliki ada sekitar empat. Jadi lebih kurang ada tujuh," jelasnya.

Tiga Rumah Sakit di Kelurahan Sukapura Bisa Tangani Pasien Covid-19

Pernah Hadapi Masa Sulit, Bek Persita Tangerang Tetap Optimis Raih Impian Jadi Legenda

Fokus Dinas Lingkungan Hidup Tangsel adalah mengangkut longsoran sampah.

Pihaknya belum memikirkan sejauh mana sampah yang terbawa aliran air mencemari sungai, pun dampaknya bagi warga dan ekosistem di dalamnya.

"Langkah yang kita tempuh, pertama kita berpikir aliran air tidak tersendat, kita keruk dulu sampah, minimal sampai air mengalir mengantisipasi dampak banjir kalau ada air dari Bogor," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved