Breaking News:

Tak Mau Gegabah, Menpora Masih Tunggu Keputusan Gugus Tugas untuk Mulai Pelatnas

Menpora Zainudin Amali melakukan diskusi dengan beberapa tokoh membahas persiapan protokol olahraga di era New Normal.

KOMPAS.COM/RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali melakukan diskusi dengan beberapa tokoh membahas persiapan protokol olahraga di era New Normal.

Diskusi yang dilakukan secara virtual itu diikuti oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, dan Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Hayono Isman.

Dalam diksusi tersebut, Menpora belum bisa memastikan dan masih menunggu arahan dari gugus tugas penanganan Covid-19 untuk memulai kembali pemusatan latihan cabang olahraga.

Seperti diketahui, sejumlah agenda yang sudah terjadwal dari cabang olahraga harus ditunda sementara waktu akibat pandemi Covid-19.

Kemenpora akan patuh dan tetap mengikuti anjuran yang telah ditetapkan oleh pihak-pihak terkait.

"Kami tetap berpatokan pada tahapan-tahapan oleh gugus tugas. Kami akan patuhi tahapan-tahapan yang dikeluarkan," kata Amali dalam aplikasi Zoom, Jumat (29/5/2020).

"Seperti yang sudah beredar di masyarakat ada beberapa tahapan tertentu. Nah, kita lihat aktivitas olahraga ini masuk ke tahap berapa? Artinya kami tidak mau bergerak sendiri. Kami akan berkoordinasi dengan pihak lain seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator PMK, dan gugus tugas penanganan COVID-19," tambahnya.

Tak Hanya TKD, Pemprov DKI Pangkas Insentif Pajak 25 Persen dan Hapus Tunjangan Transportasi Pejabat

13 Juli Hari Pertama Sekolah? Begini Penjelasan Disdik DKI Jakarta Hingga Munculnya Petisi Penundaan

Lebih lanjut, politisi partai Golkar itu akan berkoordinasi dengan seluruh pihak-pihak terkait untuk membuat perbandingan terkait protokol olahraga negara lain.

"Ini akan kami adopsi dan sesuaikan dengan budaya kita. Karena yang sulit itu bukan mengatur kedisiplinan atlet, pelatih, tapi penonton tidak mudah. Kita harus hati-hati, jangan teledor, harus merumuskan protokol agar tak timbul cluster baru Covid-19," tutup Zainudin Amali.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved