Breaking News:

New Normal: Grab Pasang Partisi Plastik di Tiap Armada, Penumpang Bisa Batalkan Order Tanpa Denda

Jelang penerapan New Normal, operator aplikasi super app, Grab melakukan sejumlah aturan tambahan demi kenyamanan penumpang dan pengemudi.

dok. Grab Indonesia
New Normal: Grab Pasang Partisi Plastik di Tiap Armada, Penumpang Bisa Batalkan Order Tanpa Denda 

TRIBUNJAKARTA.COM - Jelang penerapan New Normal, operator aplikasi super app, Grab melakukan sejumlah aturan tambahan demi kenyamanan penumpang dan pengemudi.

Untuk itu, Grab meluncurkan fitur GrabProtect agar rutinitas dalam berkendara yang baru lebih aman.

Grab telah bekerja sama dengan produsen serta distributor untuk memudahkan mitra untuk membeli produk kebersihan dengan harga terjangkau dalam situasi new normal atau tatanan normal baru.

Langkah tersebut merupakan bagian dari program kebersihan GrabProtect di Indonesia.

TONTON JUGA:

“Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan mendorong perilaku bersih yang lebih baik sebelum perjalanan dimulai,” jelas Regional Head of Operations Grab Russell Cohen dalam keterangan resminya yang diterima TribunJakarta.

Mengenal PSBL, Dikabarkan Akan Diterapkan Gubernur Anies di 62 RW Zona Merah Jakarta Usai PSBB

Grab akan memasang partisi plastik dan mendistribusikan lebih dari 10.000 peralatan kebersihan yang terdiri dari hand sanitizer, desinfektan kendaraan, masker wajah untuk mitra pengemudi GrabCar selama sebulan mendatang.

 Grab juga menyiapkan partisi plastik dan menyediakan peralatan kebersihan tersebut untuk lebih dari 8.000 kendaraan GrabBike dalam beberapa minggu ke depan.

FOLLOW JUGA:

Tak hanya itu, Russell Cohen menjelaskan, penumpang dan mitra pengemudi dapat membatalkan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi.

Para mitra pengemudi dan mitra pengiriman Grab diwajibkan untuk menggunakan masker setiap kali mereka melakukan perjalanan dengan platform Grab.

Foto-foto Istri Eks Sekretaris MA Nurhadi yang Ikut Ditangkap KPK, Punya Jabatan Tak Sembarangan

Kebijakan yang sama akan berlaku untuk penumpang di negara-negara di mana menggunakan masker di area publik merupakan kewajiban.

Jika salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra pengemudi dan penumpang dapat membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai.

Pada saat pembatalan pengemudi atau penumpang bisa memilih "pengemudi/penumpang tidak memakai masker (driver/passengers did not wear a mask) sebagai alasan pembatalan.

Apa Pesan Penting yang Harus Diingat dari Cerita Pesta Balon? Ini Kunci Jawaban Kelas 1-3 SD TVRI

Para pengendara ojek online Grab mengantre masuk untuk menukarkan atribut Gojek pada Jumat (16/11/2018).
Para pengendara ojek online Grab mengantre masuk untuk menukarkan atribut Gojek pada Jumat (16/11/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Grab tidak akan memberikan denda untuk alasan pembatalan ini. Grab juga telah memperbarui fitur penilaian dan tanggapan serta Pusat Bantuan dalam aplikasi dengan opsi baru untuk pelaporan terkait kesehatan dan kebersihan," imbuh Russell.

Fitur ini memungkinkan  pengguna untuk memberikan tanggapan kepada Grab apabila mitra pengemudi terlihat tidak sehat atau tidak menggunakan masker selama perjalanan.

Atta Halilintar Niat Cicil Beli Rumah Aurel Hermansyah, Ini Respon Menohok Ashanty: Pusing Deh Ini!

Penerapan New Normal di DKI Jakarta

 Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, personel kepolisian akan disiagakan di sejumlah ruang publik seperti pasar hingga prasarana transportasi pada awal penerapan new normal atau kenormalan baru.

Meskipun demikian, polisi bersama TNI dan Pemprov DKI masih mendiskusikan terkait jumlah personel yang akan disiagakan di ruang publik. 

"Kami sedang rancang titik-titik mana saja yang akan dijadikan pengawasan oleh TNI Polri. Ada dua sektor ya yang akan dijadikan pengawasan kita. Pertama sektor ekonomi, apa saja? pasar tradisional dan pasar modern," kata Yusri saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020).

"Sektor kedua adalah moda transportasi, apa saja? misalnya stasiun, bandara, terminal, (stasiun) MRT, (stasiun) LRT," lanjutnya. 

Yusri mengungkapkan, pengerahan aparat kepolisian bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agat disiplin menerapkan protokol kesehatan menghadapi pandemi  Covid-19. 

"Cara bertindak, tidak akan lari dari protokol kesehatan, mengedepankan protokol kesehatan seperti bagaimana orang pakai masker, harus bersih-bersih, kemudian pakai hand sanitizer," tutur Yusri. 

Oleh karena itu, lanjut Yusri, polisi akan mengedepankan langkah humanis dan persuasif dalam mengedukasi masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, pengerahan pasukan TNI-Polri untuk persiapan tatanan kehidupan baru atau new normal akan dilakukan di empat provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo, dan 25 kabupaten/kota. 

Jokowi berharap kehadiran personel TNI-Polri di ruang publik membuat masyarakat lebih tertib dan taat dalam mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus  corona Covid-19. 

"Lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB," ujar Jokowi. (*)

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved