Viral di Medsos
Diawali Gebrak Meja dan Teriakan, Dua Cewek PNS Duel di Kantor Pemkab Batanghari
Diawali gebrak meja dan teriakan, mewarnai duel dua cewek PNS di Pemerintah Kabupaten Batanghari, Jambi.
TRIBUNJAKARTA.COM, BUPATI - Diawali gebrak meja dan teriakan, mewarnai duel dua cewek PNS di Pemerintah Kabupaten Batanghari, Jambi.
Kejadian itu benar adanya. Gara-gara peristiwa memalukan itu, Kantor Bupati Batanghar pada Selasa (3/6/2020) mendadak gaduh.
Informasi yang beredar, dua cewek PNS ini saling serang di dalam kantor tanpa salah satu merasa benar dan enggan mengalah.
Mulanya, salah satu cewek PNS yang notabene pejabat berinisial IR mendatangi Rodiah, pejabat Kasubag Umum di Pemkab Batanghari.
IR datang bersama suaminya seorang dokter yang tugas di sebuah rumah sakit di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
• Sungguh Mulia, Anggota PPSU Ini Setiap Kerja Bawa Ibunya yang Stroke: Tak Tega Ditinggal di Rumah
Perkelahian kedua cewek PNS yang sama-sama pejabat Pemkab Batanghari viral di media sosia setelah videnya beredar luas.
Pejabat IR bersama sang suami mendatangi Rodiah di ruangan kerjanya.
Di ruangan itu IR berteriak dan memukul meja, tanpa diketahui apa musababnya.
Suami Rodiah yang juga Asisten I Setda Batanghari, Hendri Jumiral, menjelaskan peristiwa tersebut benar adanya.
Ia sangat menyayangkan kenapa pertengkaran hebat itu sampai terjadi dan belakangan viral di medsos.
Bagi Hendri Jumiral, apapun masalahnya pertengkaran kedua cewek PNS itu tak patut dijadikan contoh.
"Benar adanya. Istri saya (Rodiah, red ) bercerita tentang kejadian itu. Saya sangat menyesali. Itu tidak pantas untuk dilakukan," ungkap Hendri Jumiral.
Informasi yang dihimpun tribunjambi.com, pertengkaran itu terjadi karena masalah pekerjaan.
• Istana Cinere Jatuh ke Tangan Andre Taulany, Mobil Listrik Rp 2,6 M Jadi DP Rumah Anang & Ashanty
Perkelahian di Depan Wagub
Kasus pejabat Pemda berkelahi hingga mencoreng nama institusi bukan kali ini saja terjadi.
Pada 2019 lalu, heboh dua pejabat saling serang di hadapan Wakil Gubernur.
Saat itu sedang digelar pelepasan atlet Sumatera Barat ke Pekan Olahraga Wilayah (Porwil).
Acara yang berlangsung di aula Kantor Gubernur Sumatera Barat dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.
Pada saat Wagub melepas para atlet, ada keributan terjadi. Dua pejabat di lingkup olahraga Sumatera Barat terlibat baku hantam.
Mereka adalah Wakil Ketua KONI Sumbar Fazril Ale dan Kabid Olahraga Dispora Sumbar, Rasydi Sumetri.
Keduanya adu jotos di hadapan Wagub dan para atlet. Akibat kejadian itu, hidung Rasydi Sumetri berdarah.
Rasydi mengaku saat itu tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
Alasannya, ia dilarang Wagub Sumbar untuk melapor ke polisi.
• Viral Kopi Dalgona Kaki Lima Hanya 5 Ribu di Pamulang, Pembeli Antre Sampai Belasan Meter
Rasydi menjelaskan, persoalan itu berawal saat pelepasan atlet Sumbar ke Porwil Sumatera di aula kantor Gubernur Sumbar, Jumat (25/10/2019) malam.
Saat itu, menurut Rasydi, Fazril Ale menanyakan persoalan dana hibah KONI Sumbar yang belum cair.
Padahal ,dana tersebut sedang dibutuhkan untuk keberangkatan atlet Sumbar ke Porwil di Bengkulu.
"Kami sempat ribut dan dia meninju saya yang mengenai hidung dan berdarah," kata Rasydi.
Keributan itu akhirnya bisa diredakan setelah Wagub Nasrul Abit menenangkan kedua belah pihak.
"Iya awalnya dari persoalan dana KONI Sumbar yang belum cair ditanyakan oleh Fazril Ale," kata Rasydi Sumetri yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).
Rasydi menyebutkan, pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi pencairan dana karena Rencana Anggaran Biaya (RAB) KONI perlu direvisi.
"Penganggaran KONI yang diajukan itu tidak patut dan mesti direvisi terlebih dahulu," kata Rasydi.
Sementara itu, Kepala Dispora Sumbar Bustavidia yang dihubungi terpisah mengakui pihaknya belum memberikan rekomendasi untuk pencairan dana KONI Sumbar yang juga dipergunakan untuk keberangkatan atlet ke Porwil Sumatera di Bengkulu.
"Dananya belum kita rekomendasikan untuk dicairkan karena RAB-nya perlu direvisi," jelas Bustavidia.
• Aulia dan Anaknya Dituntut Hukuman Mati: Tidak Ada Hal Meringankan, Pengacara Terdakwa Bilang Sadis
Bustavidia mengatakan, RAB KONI Sumbar baru masuk pada 24 Oktober lalu dan pihaknya langsung membahasnya.
Namun, karena ada sejumlah perencanaan biaya yang perlu direvisi, maka pihaknya belum memberikan rekomendasi.
"Ada sejumlah hal yang kita minta untuk direvisi yaitu soal pemberian bonus atlet yang dianggarkan KONI harus dihapus."
"Karena untuk bonus, Pemprov Sumbar melalui Dispora yang menganggarkan, bukan KONI," jelas Bustavidia.
Kemudian, soal jumlah pendamping di Porwil Sumatera yang jumlahnya mencapai 66 orang.
"Kita merekomendasikan cukup 30 orang saja, sebab kalau 66 orang jumlahnya terlalu banyak," kata Bustavidia.
Selanjutnya soal uang saku atlet, pelatih dan pendamping besarannya berbeda jauh.
"Jumlahnya kami rasa tidak adil karena lebih banyak jumlah uang saku pendamping dibandingkan atlet dan pelatih. Ini kita minta revisi," kata Bustavidia.
Menurut Bustavidia, kalau revisi itu sudah dilakukan, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi sehingga dananya bisa dicairkan.
"Kita tidak menghambat-hambat. RAB-nya saja baru tanggal 24 Oktober masuk."
• Bukan Zona Hijau, Rumah Ibadah di 8 RW Kecamatan Ciracas Jakarta Timur Belum Boleh Buka
"Malahan langsung kita bahas. Kalau revisinya sudah ada, kita akan berikan rekomendasi," ujar Bustavidia.
Sementara Ketua KONI Sumbar, Syaiful, yang dihubungi terpisah mengatakan, persoalan itu hanyalah miskomunikasi.
"Hanya miskomunikasi saja," kata Syaiful singkat.
Wagub Nasrul Abit menyayangkan perkelahian Wakil Ketua KONI Sumbar Fazril Ale dan Kabid Olahraga Dispora Sumbar Rusydi Sumetri.
Nasrul Abit berharap kasus itu tidak berlanjut ke ranah hukum karena keduanya sudah didamaikan.
"Tadi malam itu sudah saya damaikan keduanya. Semoga tidak berlanjut," kata Nasrul Abit saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).
Sementara untuk persoalan dana hibah yang memicu terjadinya perkelahian, Nasrul Abit mengatakan akan segera dicairkan.
KONI Sumbar mendapatkan bantuan dana hibah Rp 10 miliar dari Pemprov Sumbar yang di antaranya akan dipergunakan untuk kontingen Sumbar di Porwil Sumatera 2019.
"Segera kita cairkan, Senin akan saya lihat sampai di mana perkembangannya," kata Nasrul Abit.
Nasrul mengatakan, pencairan dana hibah tentu memiliki mekanisme yang harus dilalui oleh KONI Sumbar.
Untuk itu, KONI Sumbar harus melakukan revisi RAB yang sesuai dan tidak menyalahi aturan karena dana tersebut akan diperiksa.
"Kita diperiksa, KONI juga sedang diperiksa. Semua diperiksa."
"Pada prinsipnya kita harus sama-sama aman, tidak boleh dipaksakan," kata Nasrul.
Artikel ini telah tayang di Tribun Jambi dengan judul: Pertengkaran ASN di Batanghari Terekam Kamera Ponsel, Ternyata Pejabat; Dana Hibah Belum Cair, Wakil Ketua KONI Berkelahi dengan Pejabat Dispora di Depan Wagub Sumbar; dan Wagub Sumbar Sayangkan Perkelahian Wakil Ketua KONI dengan Pejabat Dispora
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-bogem-tonjokan-pukulan_20180307_143735.jpg)