Persiapan New Normal di Jabodetabek

Adaptasi New Normal dan PSBB Diperpanjang Hingga 2 Juli 2020, Begini Penjelasan Wali Kota Bekasi

PSBB tidak akan pernah dihentikan ketika status pandemi virus corona masih terjadi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Simulasi New Normal di Bekasi Masih Dinamis, Pemkot Bekasi Tunggu Arahan Setelah PSBB Berakhir Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah memulai percobaan atau simulasi penerapan new normal dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kebijakan ini rupanya masih dinamis menyusul kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir hingga, Kamis, (4/5/2020). "Secara teknis sudah kita mulai sejak presiden melakukan simulasi, jadi tahapan-tahapan yang dibilang tahap 1, tahap 2, tahap 3 tahap 4," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin, (1/6/2020). Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo pada, Selasa, (26/5/2020), melalukan peninjauan di Summarecon Mal Bekasi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan new normal. Kedatangan itu diartikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, sebagai langkah simulasi sebagai daerah percontohan penerapan new normal. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat skema new nornal menjadi empat tahap, tahap pertama ialah mengizinkan tempat-tempat ibadah melakukan kegiatan ibadah kembali. Tahap kedua membuka kembali aktivitas ekonomi berisiko rendah seperti industri dan perkantoran. Lalu tahap ketiga, membuka kembali aktivitas ekonomi berisiko tinggi seperti ritel dan mal, serta tahap keempat ialah membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. "Tahap 4 itu pasti tahap 0 penyakit enggak ada, ekonomi sudah terbangun artinya tahap terakhir, nah sekarang kita siapkan dari sejak presiden melakukan simulasi artinya itu sudah tahap pertama," ucap Rahmat. "Tahap kedua ini apa saja kita persiapkan regulasinya, tadi ekonominya terus kesehatannya, tahap tiga apalagi, jadi pada saat jumlah kurva kasus itu turun ekonomi bangkit itu tahap ketiga, tahap ke empat kan tahap lepas landas," jelasnya. Sejak kedatangan Presiden Jokowi ke Bekasi, Wali Kota secara terbuka membolehkan tempat-tempat usaha memulai aktivitas usahanya. Misalnya untuk usaha restoran atau tempat makan, mereka sudah diperbolehkan melayani makan di tempat dengan tetap menjaga jarak Pemkot Bekasi juga sejak, Jumat (29/5/2020) telah membolehkan tempat-tempat ibadah memulai aktivitas ibadah khusus di lokasi zona hijau. Namun untuk kebijakan operasional mal secara menyeluruh, Pemkot Bekasi masih akan menunggu PSBB rampung pada 4 Juni 2020 mendatang. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin, (1/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi diperpanjang hingga 2 Juli 2020 mendatang, kebijakan ini dibarengi dengan penerapan adaptasi new normal yang mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan, kebijakan PSBB merupakan payung hukum yang mendasari penanganan Covid-19.

Untuk itu kata dia, PSBB tidak akan pernah dihentikan ketika status pandemi virus corona masih terjadi.

"PSBB sendiri tidak akan pernah dicabut, karena pandemi covid-19 masih ada. Karena payung hukum untuk menanggulangi untuk memutuskan mata rantai penyakit itu sendiri," kata Rahmat, Jumat, (5/6/2020).

Menurut dia, kebijakan PSBB baru akan dicabut ketika kasus penyebaran virus di Kota Bekasi benar-benar sudah masuk ke zona hijau.

"Jadi kalau PSBB dihilangin mau koordinasinya untuk apa, mau beli swab, PCR tidak payung hukumnya. PSBB itu terus ada, mau skala dibikin mikro lagi itu harus ada payung hukum," ujarnya.

"Terus kalau ada yang nanya 'pak kok PSBB-nya diperpanjang?' (dihentika) kecuali udah dinyatakan hijau, udah enggak ada virus, itu PSBB dicabut," jelasnya.

Terkait dengan adaptasi new normal yang juga sudah mulai dijalankan, Rahmat mengatakan, format PSBB kali ini memang untuk menuju ke peningkatan produktifitas.

"Ini sambil berjalan, mangkanya saya ambil katanya adaptasi tatanan baru masyarakat produktif melawan Covid-19," ucapnya.

"Menurut saya bagaimana masyarakat bisa kembali membuka ekonominya. Jangan sampai nanti ekonomi juga ikut terkapar," tegas dia.

Untuk diketahui, Pemkot Bekasi mulai hari ini resmi menerapkan adaptasi new normal dengan membolehkan tempat usaha baik di pusat perbelajaan atau mal beroperasi secara bertahap.

Jenis usaha berisiko kecil seperti restoran, toko baju, elektronik, kesehatan supermarket mulai diperbolehkan beroperasi dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan.

Kabar Baik, Warga Bekasi Diperbolehkan Gelar Resepsi Pernikahan Tapi Ada Syaratnya

Sebut Raffi Ahmad Cuma Diam saat Disindir Orang, Asistenya Murka: Satu per Satu Dibasmi, Wasallam!

Dihadiri Jusuf Kalla dan Zulkifli Hasan, Begini Potret Salat Jumat Berjamaah di Masjid Al-Azhar

Selain itu, seluruh tempat ibadah sejak Jumat pekan lalu sudah diperbolehkan menggelar kegaiatan keagamaan dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Untuk usaha berisiko tinggi seperti tempat hiburan, karaoke, spa, panti pijat, bioskop dan usaha kepariwisataan lainnya belum diperkenankan beroperasi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved