Antisipasi Virus Corona di DKI
Minta Warga Taati Aturan, Gubernur Anies Beberkan 4 Prinsip Protokol Kesehatan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memgingatkan wargnya untuk tetap mentaati protokol kesehatan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan wargnya untuk tetap mentaati protokol kesehatan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi mulai diterapkan hari ini.
Hal ini disampaikannya usai menjalani Salat Jumat berjemaah di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
"Hari-hari ini adalah masa transisi. Karena itu kami perlu menegaskan kepada semua, bila harus bepergian taati prinsip-prinsip protokol kesehatan," ucapnya, Jumat (5/6/2020).
Anies menjelaskan, ada 4 prinsip utama protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh masyarakat.
Pertama, hanya yang sehat yang boleh keluar rumah. Sedangkan yang merasa tidak sehat diminta tetap di rumah.
"Kemudian, gunakan masker. Maskernya selalu dipakai dalam kegiatan apapun," ujarnya.
Ketiga, tetap jaga jarak aman minimal satu meter saat berinteriksa dengan siapapun.
"Terakhir, kalau mendatangi tempat manapin dan melihat sudah separuh kapasitas, maka jangan masuk," ujarnya.
"Bagi pengelola lokasi, sadari juga hanya 50 persen kapasitas (yang diizinkan)," sambungnya.
Dalam kesempatan ini, Anies juga meminta masyarakat turut mengawasi apabila menemukan adanya pelanggaran aturan PSBB atau protokol kesehatan.
"Saya ingin mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut mengawasi karena tidak mungkin aparat penegak hukum bisa mengawasi jumlah (masyarakat) yang banyak," kata Anies.
Bagi pengusaha, Anies juga mengingatkan untuk selalu mentaati aturan PSBB dan protokol kesehatan.
Bila melanggar aturan, ia menegaskan, pihaknya tak akan segan menindak tegas dengan mencabut izin usahanya.
"Kami tidak akan segan-segan mencabut izin dan menutup tempat (usaha) apabila melakukan pelanggaran," tuturnya.
Anies Baswedan ungkap kerinduan Salat Jumat berjamaah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjalankan Salat Jumat berjemaah di Masjid Fatahillah Balai Kota.
Dalam kesempatan ini, Anies turut mengajak dua anaknya, yaitu Mikail Azizi dan Kaisar Hakam.
Ini merupakan kali pertama Salat Jumat digelar lagi usai sempat dilarang selama masa pandemi Covid-19.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Anies tampak mengenakan baju koko berkelir biru lengkap dengan peci hitam dan masker.
Ia juga terlihat membawa sendiri sajadah yang digunakannya saat Salat Jumat tadi.
Usai menjalani Salat Jumat berjemaah, Anies menyampaikan kerinduannya menjalankan Salat Jumat secara berjemaah di rumah ibadah.
"Alhamdulillah kami baru saja selesai ibadah Salat Jumat, ada kerinduan luar biasa bersujud menunaikan Salat Jumat di kawasan Balai Kota," ucapnya, Jumat (5/6/2020).
Meski kini seluruh tempat ibadah sudah diizinkan kembali dibuka, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Di masa transisi ini saya ingin sampaikan kepada semua disiplin. Disiplin di dalam menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.
Ia pun meminta warganya segera melapor bila menemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan.
"Mari kita semua ikut mengawasi dan bila menemukan penyimpangan, tegur dan laporkan kepada kamim kami akan tindak sesuai peraturan," kata Anies.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah masjid di Jakarta kembali menggelar Salat Jumat berjamaah, Jumat (5/6/2020).
Salat Jumat berjamaah dapat terlaksana usai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi atau pelonggaran aturan.
Mulai dari Masjid Fatahillah Balai Kota hingga Masjid Sunda Kelapa dan Masjid Agung Al Azhar menggelar Salat Jumat berjamaah pada hari ini.
Gubernur DKI Jakarta hari ini mengikuti ibadah Salat Jumat berjamaah di Masjid Fatahillah Balai Kota.
Ini merupakan pertama kalinya Salat Jumat digelar berjamaah setelah sebelumnya sempat dilarang akibat adanya pandemi Covid-19.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Anies tampak mengenakan baju koko berwarna biru tua lengkap dengan peci hitam dikepalanya dan masker.
Ia juga tampak membawa sendiri sadajah yang akan digunakan saat Salat Jumat nanti.
Turut mengdampingi Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang terlihat mengenakan baju koko berkelir putih.
Dalam ibadah Salat Jumat kali ini, Masjid Fatahillah Balai Kota sendiri menggelar ibadah dalam dua gelombang.
Gelombang pertama pada pukul 12.00 WIB - 12.45 WIB diperuntukan bagi karyawan yang berada di lantai ganjil gedung Balai Kota.
Sedangkan, gelombang kedua pada pukul 13.00 WIB - 13.45 WIB dikhususnya bagi karyawan yang berada di lantai genap gedung Balai Kota.
Tak hanya itu, DKM Masjid Fatahillah juga menerapkan sejumlah aturan bagi para jemaah.
Aturan ini dibuat demi meminimaliair penyebaran Covid-19 saat Salat Jumat berjemaah di masjid itu.
Berikut aturannya :
1. Berwudu dari tempat masing-masing
2. Menggunakan masker
3. Menggunakan sajadah dan atau Al Qur'an masing-masing
4. Membawa plastik atau tas untuk menyimpan sandal/sepatu masinh-masing
5. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
6. Tidak bersalam-salaman
Jokowi Salat Jumat di Istana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Baiturrahim Komplek Istana kepresidenan.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Kantor Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, kepada Tribunnews.com, Jumat (5/6/2020).
"Di masjid Baiturrahim yang ada di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta," katanya.
Menurut dia, protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat saat pelaksanaa Salat Jumat di masjid tersebut.
Misalnya jumlah jemaah akan dibatasi seperlima dari kapasitas masjid.
Hal itu untuk mengatur jarak antar jemaah. Selain itu jemaah wajib mengenakan masker.
"Di dalam masjid, yang biasa bisa menampung 750, sekarang hanya 150 karena ada pengaturan jarak," katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengecekan persiapan penerapan standar new normal atau tatanan hidup yang baru di rumah ibadah.
Kamis (4/6/2020) pagi, Presiden Jokowi mengecek kesiapan new normal di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan.
Kunjungan Presiden Jokowi ditayangkan secara live di channel YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi tampak di dampingi oleh Mensesneg Pratikno saat berkeliling Masjid Baiturrahim.
Usai berkeliling, Presiden menyampaikan bahwa kunjungan ke Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana dalam rangka persiapan menuju new normal.
"Pagi hari ini saya lakukan Pengecekan di masjid Baiturrahim di istana ini. Dalam rangka persiapan menuju ke sebuah tatanan normal baru," kata Jokowi.
Ia pun berharap, masjid di kompleks Istana itu bisa digunakan segera. Tentunya, sesuai dengan protokol kesehatan.
"Adaptasi kebiasaan baru untuk nantinya segera masjid baiturrohim bisa kita pakai bersama-sama untuk salat berjamaah maupun salat sendiri," jelasnya.
• BERITA FOTO Suasana Salat Jumat di Masjid KH Hasyim Asyari, Semua Jemaah Dinyatakan Sehat
• Masjid Pemkot Depok Kembali Gelar Salat Jumat Berjamaah, Begini Suasananya
• Masuk Zona Hijau, 80 Masjid di Kecamatan Ciracas Gelar Kegiatan Ibadah
• PSBB Transisi, Inilah Deretan Foto Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Agung Sunda Kelapa
• Wali Kota Bekasi Tinjau Penerapan Adaptasi New Normal di Revo Town
Maruf Amin Salat Jumat di rumah dinas
Wakil Presiden Maruf Amin melaksanakan salat jumat di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Wapres Maruf, Masduki Baidlowi.
"Jemaahnya anggota paspampres, sekretaris wapres, dan saya sendiri," kata Masduki lewat pesan singkat, Jumat (5/6/2020).
Wapres Maruf diketahui bakal bertindak sebagai khatib sekaligus imam salat jumat pada hari ini.
"Semua dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Masduki.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan masa transisi, atau pelonggaran bagi ibu kota usai angka reproduksi penularan virus corona atau Covid-19 di bawah 1.
Pelonggaran paling pertama yaitu membuka kembali seluruh tempat ibadah terhitung sejak Jumat (5/6/2020).
"Mulai besok kegiatan ibadah sudah mulai dilakukan di masjid, musala, gereja, pura, wihara, klenteng, sudah bisa dibuka tapi untuk ibadah rutin," kata Anies dalam konferensi persnya di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2020).
Anies menegaskan ada sejumlah aturan yang harus ditaati untuk kebijakan pembukaan rumah ibadah.
Di antaranya, jumlah peserta ibadah maskimal hanya 50 persen dari kapasitas tampung.
Jemaah juga diminta menerapkan jaga jarak minimal 1 meter antar orang.
Pengurus masjid harus mencuci tempat kegiatan dengan disinfektan sebelum dan setelah kegiatan.
Bagi masjid ata umusala diminta tidak menggunakan karpet atau permadani.
Alat perlengkapan salat harus dibawa oleh masing - masing jemaah.
Penitipan alas kaki juga ditiadakan.
Setiap jemaah bisa membawa sendiri kantong atau tas dan membawa masuk alas kakinya masing - masing.
"Masjid dan musola ada ketentuan tidak menggunakan karpet atau permadani. Setiap jamaah harus membawa alat solat sendiri untuk memastikan tidak ada penularan. Begitu juga alas kaki harus dibawa sendiri," katanya.
"Ini sama seperti berada di Mekah dan Madinah. Tempat menitipkan sendal dan sepatu potensi kerumunan berdesakan," tuturnya. (TribunJakarta.com/Tribunnews.com)