Antisipasi Virus Corona di DKI
Warga 2 RW Zona Merah Bakal Tutup Akses Menuju Pasar Induk Kramat Jati
Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan koordinasi terkait penutupan akses keluar masuk dari permukiman warga ke pasar, pun sebaliknya
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Warga RW 01 dan 04, Kelurahan Tengah yang jadi zona merah penyebaran Covid-19 sudah berkoordinasi dengan pengelola Pasar Induk Kramat Jati.
Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan koordinasi terkait penutupan akses keluar masuk dari permukiman warga ke pasar, pun sebaliknya.
"Imbauan dari pak Lurah untuk bisa menutup akses yang memang masuk ke RW zona merah. Baik keluar masuk Pasar Induk, atau pun dari pasar induk keluar," kata Agus di Kramat Jati, Kamis (4/6/2020).
Dari hasil koordinasi sementara dengan pengurus RW 01 dan 04 yang menerapkan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL).
Baik warga dan pengelola pasar sepakat menutup akses jalan guna mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Pasar Induk meluas.
"Iya (kesepakatan warga dan Perumda Pasar Jaya). Maka akses tersebut akan segera kita upayakan untuk segera ditutup," ujarnya.
Agus menuturkan secara luas wilayah Pasar Induk Kramat Jati bagian dari tiga RW di Kelurahan Tengah, yakni RW 01, 04, dan 07.
Sementara RW 01 dan 04 termasuk dua dari tiga RW, selain RW 02 di Kelurahan Tengah yang jadi zona merah sehingga menerapkan PSBL.
• Jusuf Kalla Dijadwalkan Salat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar Siang Ini
• Selain Aula, Masjid Agung Al-Azhar Siapkan Halaman Parkir Jika Jemaah Salat Jumat Membludak
"Kita coba koordinasi untuk menutup akses tertentu. Untuk kemudian kita buka hanya di pintu masuk utama," tuturnya.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Inda Mutiara mengatakan hingga kini tercatat 18 orang terkait aktivitas Pasar Induk Kramat Jati positif Covid-19.
Jumlah ini melonjak cepat dari awal empat pedagang Pasar Induk Kramat Jati yang terkonfirmasi lalu ditelusuri petugas Puskesmas.
"Aktivitas di Pasar Induk kan enggak cuman pedagang, nah ini yang kita telusuri dan jumlahnya sudah 18. Tapi ketemunya enggak di satu waktu," kata Inda.